Semarang

Mitigasi Dampak Bencana, BPBD Kota Semarang Latih Penyandang Disabilitas

Agenda Jumat, 17 April 2026 - 13:56 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Mitigasi Dampak Bencana, BPBD Kota Semarang Latih Penyandang Disabilitas

BPBD memaparkan mengenai bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan penyandang disabilitas dengan memahami tanda-tanda bencana dan apa yang harus dilakukan secara mandiri. (Foto ANTARA)

SEMARANG (ruangdisabilitas.com) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang bersama Layanan Inklusi Kota Semarang (LINKK Semar) menggelar pelatihan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana bagi penyandang disabilitas.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martantono, di Semarang, Kamis, menjelaskan bahwa mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi bahan yang harus dipahami oleh setiap masyarakat, terutama penyandang disabilitas.

"Penyandang disabilitas dalam menghadapi bencana minimal bisa menyelamatkan dirinya secara mandiri sebelum bantuan datang untuk menolong dan menyelamatkannya," katanya seperti dilansir ANTARA.

Apalagi, dengan kontur wilayah Kota Semarang yang sering mengalami bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor yang perlu disikapi dengan bijak dan tindakan antisipatif.

Oleh karena itu, kata dia, selain pemberian materi, juga dilakukan simulasi bencana yang melibatkan bagian operasional BPBD dan penyandang disabilitas.

Dalam simulasi tersebut juga dijelaskan secara detail apa saja yang harus disiapkan dan dilakukan saat bencana terjadi.

Ketua LINKK Semar Fita menjelaskan bahwa organisasi tersebut merupakan wadah kolaboratif yang dibentuk untuk menghadirkan sistem penanggulangan bencana yang inklusif, setara dan berkeadilan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

LINKK Semar hadir sebagai jembatan antara pemerintah, komunitas disabilitas, relawan, dan masyarakat umum dalam upaya mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga pemulihan pascabencana yang ramah difabel.

Sementara itu, Ketua Bidang Kajian dan Penanggulangan Bencana LINKK Semar Wishnu Pratomo memaparkan mengenai bencana, mitigasi dan kesiapsiagaan penyandang disabilitas dengan memahami tanda-tanda bencana dan apa yang harus dilakukan secara mandiri.

Penjelasan dipaparkan untuk setiap bencana yang mungkin terjadi di wilayahnya dan penanganannya sesuai dengan berbagai ragam disabilitas.

Pada simulasi bencana, peserta dibagi menjadi empat kelompok yang berperan sebagai korban, tim evakuasi dan pengungsian, pusat data dan informasi, juga dapur umum.

Setelah dilakukan briefing dan penjelasan atas peran dan tugas masing-masing, peserta mulai melakukan simulasi bencana, termasuk penyelamatan difabel fisik dan netra karena membutuhkan pengetahuan mengenai kendala-kendala dalam menanganinya.

Dalam simulasi, peserta terlihat serius melaksanakan peran dan tugasnya, setelah korban diselamatkan sampai pengungsian, tim pusat data dan informasi melakukan pendataan.

Sementara tim di dapur umum mempersiapkan masakan untuk didistribusikan ke tenda pengungsian, baik sebagai simulasi, sekaligus makan siang untuk kegiatan tersebut sehingga semua peserta dan fasilitator dapat merasakan situasi kebencanaan.

Ia menambahkan, kegiatan itu juga melibatkan pendamping disabilitas, karena disabilitas terutama dalam keadaan bencana perlu pendampingan dalam upayanya menyelamatkan diri.

Kegiatan tersebut direncanakan akan dilaksanakan secara berkala sehingga akan membuat penyandang disabilitas lebih siap menghadapi bencana, terutama meminimalkan adanya korban jiwa. (MNZ/ANT)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya