Jakarta
Pemprov DKI Jakarta Bedah Rumah Penyandang Disabilitas
Program bedah rumah menyasar rumah warga yakni keluarga Anna, Assad, dan Tarwiyah. Mereka tinggal dalam bangunan tak layak berisi tiga kepala keluarga (KK) dengan total delapan orang. (HUMAS PEMPROV DKI/FS)
JAKARTA (ruangdisabilitas.com) - Rumah penyandang disabilitas di Jalan Pedongkelan Ukir Dalam RT 03/06 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat menjadi sasaran bedah.
Bedah rumah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebagai upaya pemenuhan tanggung jawab sosial. Menurut Sekretaris Satpol PP DKI Jakarta, Santoso, bedah rumah adalah bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Dia juga menerangkan bahwa fungsi Satpol PP tidak sebatas menegakkan peraturan daerah, tapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membantu warga yang membutuhkan.
Program bedah rumah menyasar rumah warga yakni keluarga Anna, Assad, dan Tarwiyah. Mereka tinggal dalam bangunan tak layak berisi tiga kepala keluarga (KK) dengan total delapan orang.
Hunian Anna, Assad, dan Tarwiyah berdiri di atas lahan seluas 33 meter persegi. Setelah dibedah, rumah ini kini menjadi dua lantai dan dibagi tiga sehingga lebih layak huni. Perbaikan rumah dilakukan guna menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan nyaman.
“Program ini menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam penyediaan hunian yang layak,” kata Santoso mengutip laman resmi Kota Jakarta Barat.
Peresmian Rumah Hasil Bedah
Peresmian bedah rumah ditandai dengan pemotongan pita oleh Santoso, bersama Kasatpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Lurah Kapuk, M. Arief Budiman, unsur RT RW, tokoh masyarakat dan agama setempat.
Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Jakarta Barat, Herry Purnama mengatakan, peresmian dari program bedah rumah ditandai dengan penyerahan kunci, masing-masing diwakili oleh Anna, Tarwiyah, dan Assad. Kegiatan juga dimeriahkan dengan potong tumpeng sekaligus menjadi acara tasyakuran renovasi rumah terlaksana baik.
Ia berharap, program bedah rumah dapat memberi manfaat nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat kehadiran pemerintah melalui aksi sosial yang humanis dan berkelanjutan.
"Melalui program ini Satpol PP DKI Jakarta menunjukan kehadirannya tidak hanya menjalankan fungsi penegakan Perda, tapi juga sisi humanis melalui program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat," katanya. (MNZ/INT)








