Pekanbaru, Riau

Lindungi Kelompok Rentan Akibat Asap, Pemko Pekanbaru Siapkan Masker Gratis Pelajar dan Lansia

Informasi Publik Sabtu, 05 September 2026 - 14:37 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Lindungi Kelompok Rentan Akibat Asap, Pemko Pekanbaru Siapkan Masker Gratis Pelajar dan Lansia

Markarius menyebut kondisi kabut asap di Pekanbaru masih bersifat hilang timbul. Asap dapat kembali menyelimuti sejumlah wilayah akibat terbawa arah angin dari daerah lain. (HUMAS PEMKO PEKANBARU/FS)

PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) - Wakil Walikota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan Pemko Pekanbaru menyiapkan masker gratis untuk melindungi kelompok rentan dari dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Masker tersebut akan diprioritaskan bagi anak sekolah dan warga lanjut usia (lansia), menyusul kembali memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru yang kini berada pada kategori tidak sehat.

"Konsep kami itu minimal di anak sekolah dulu. Seluruh anak SD, SMP itu harus kita siapkan masker mereka. Yang rentan itu kan anak-anak dan orangtua. Itu yang kita berikan masker secara cuma-cuma," kata Markarius, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Markarius, pembagian masker gratis tidak hanya menyasar pelajar dan lansia. Masyarakat secara umum juga akan menjadi sasaran sebagai bagian dari upaya Pemko Pekanbaru mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.

Selain masker, Pemko Pekanbaru juga memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana kabut asap. Pemerintah kota telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Riau terkait kebutuhan peralatan penanganan bencana.

Pemko Pekanbaru juga telah mengajukan bantuan tambahan peralatan kepada BNPB untuk meningkatkan kapasitas penanganan kabut asap.

"Ini yang kita ajukan juga ke BNPB, peralatan, kebutuhan-kebutuhan yang mungkin bisa dibantu dalam meningkatkan kapasitas kita untuk menangani bencana kabut asap ini," jelasnya.

Markarius menyebut kondisi kabut asap di Pekanbaru masih bersifat hilang timbul. Asap dapat kembali menyelimuti sejumlah wilayah akibat terbawa arah angin dari daerah lain.

"Namun untuk titik api kita pastikan sudah tidak ada lagi. Beberapa lahan di provinsi tetangga kita masih ada yang terbakar," ulasnya. (MNZ/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya