Nasional

Kemenag RI Beri Peluang Disabilitas Berkompetisi di MTQ Nasional 2026

Nasional Senin, 29 Juni 2026 - 10:14 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Kemenag RI Beri Peluang Disabilitas Berkompetisi di MTQ Nasional 2026

Kebijakan tersebut menjadi langkah penting menuju MTQ yang lebih inklusif, di mana penyandang disabilitas diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam MTQ tingkat nasional pada 2026. (HUMAS KEMENAG RIAU/FS)

JAKARTA (ruangdisabilitas.com) - Kementerian Agama (Kemenag) RI menghadirkan terobosan baru dalam penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) dengan membuka ruang partisipasi lebih luas bagi penyandang disabilitas sensorik.

Kebijakan tersebut menjadi langkah penting menuju MTQ yang lebih inklusif, di mana penyandang disabilitas diberikan kesempatan untuk berpartisipasi dalam MTQ tingkat nasional pada 2026.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abu Rokhmad mengatakan, inisiatif tersebut mulai dirintis tahun ini di Semarang, Jawa Tengah, dan akan dipersiapkan lebih matang pada penyelenggaraan MTQ berikutnya.

“Tahun ini baru kita inisiasi. Tahun depan bapak, ibu, bisa mulai mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya,” ujar Abu Rokhmad dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (27/2026).

Untuk mendukung penyelenggaraan MTQ yang ramah bagi semua kalangan, Kemenag meminta Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) di seluruh Indonesia mulai melakukan pembinaan serta mempersiapkan calon peserta sejak dini.

Menurut Abu Rokhmad, pengembangan MTQ inklusif ini bukan sekadar menghadirkan kompetisi baru, tetapi juga memperkuat peran MTQ sebagai wadah pembinaan umat dan syiar Alquran yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

Abu Rokhmad menjelaskan, pengembangan cabang musabaqah bagi penyandang disabilitas sensorik merupakan bentuk komitmen Kementerian Agama agar setiap warga negara memiliki kesempatan yang sama dalam membaca, memahami, dan menghayati Alquran.

“Kita ingin pengembangan tilawah Alquran juga menyentuh anak-anak kita yang berada dalam kondisi keterbatasan, sehingga mereka juga akan memiliki kesempatan yang cukup untuk melakukan berbagai macam kegiatan keagamaan,” ujarnya.

Ia menilai, MTQ yang semakin inklusif akan mempertegas pembinaan Alquran tidak boleh hanya menyasar kelompok tertentu, tetapi harus hadir untuk seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Dengan demikian, MTQ diharapkan menjadi ruang yang lebih ramah, setara, dan memberikan peluang bagi siapa pun untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bidang Alquran.

Abu Rokhmad menambahkan, pengembangan cabang baru tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif.

Menurutnya, MTQ tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan pemberdayaan melalui kecintaan terhadap Alquran.

Langkah ini menjadi babak baru dalam perjalanan MTQ Indonesia, sekaligus menegaskan pesan Alquran dapat dirasakan dan dihidupkan oleh semua kalangan tanpa terkecuali. (MNZ/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya