Jakarta
Kabar Baik, Kemnaker RI Siapkan Balai Pelatihan Kerja Khusus Disabilitas
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas perlu disesuaikan dengan potensi peserta dan kebutuhan pasar kerja. (HUMAS KEMNAKER RI/FS)
JAKARTA (ruangdisabilitas.com) – Kabar gembira untuk mendukung eksistensi penyandang disabilitas di tanah air. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan balai pelatihan kerja khusus penyandang disabilitas untuk memperluas akses peningkatan keterampilan. Fasilitas tersebut dirancang agar peserta memperoleh pelatihan sesuai kemampuan individu dan kebutuhan dunia usaha.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, pelatihan kerja bagi penyandang disabilitas perlu disesuaikan dengan potensi peserta dan kebutuhan pasar kerja.
“Pelatihan harus dirancang sesuai kemampuan penyandang disabilitas serta kebutuhan dunia usaha agar keterampilan yang diperoleh relevan dengan pekerjaan,” ujarnya dikutip dalam laman kemnaker.go.id, Senin, 12 September 2026.
Kemnaker mengembangkan fasilitas pelatihan tersebut di Balai Pelatihan Kompetensi Kerja (BPKK) Bekasi dengan memperhatikan kebutuhan aksesibilitas peserta. Fasilitas yang disiapkan mencakup jalur landai, lift, blok pemandu, serta toilet yang ramah bagi penyandang disabilitas.
Balai pelatihan ini juga dilengkapi berbagai sarana praktik untuk mendukung pengembangan keterampilan peserta dalam bidang pekerjaan. Fasilitas tersebut meliputi laboratorium layanan pelanggan berbasis biometrik, laboratorium kafe dan barista, galeri pameran, serta laboratorium berbicara di depan umum.
Selain keterampilan praktis, peserta dapat mengembangkan kemampuan digital melalui laboratorium yang mendukung pembelajaran pemrograman kecerdasan buatan. Pelatihan lainnya mencakup membatik, kerajinan tangan, serta kegiatan terapi sensorik yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta.
Kemnaker turut menyiapkan kelas inklusif bagi peserta dengan beragam jenis disabilitas untuk mendukung proses pembelajaran yang sesuai. Layanan konseling psikologi karier juga disediakan guna membantu peserta mengenali potensi, minat, serta pilihan pekerjaan yang dapat dikembangkan.
Fasilitas pendukung lainnya meliputi taman pemulihan, musala inklusif dengan tempat wudu adaptif, panduan Braille dan audio, serta area bermain. Penyediaan fasilitas tersebut ditujukan untuk menciptakan lingkungan pelatihan yang lebih mudah diakses, nyaman, dan mendukung kemandirian peserta.
Yassierli juga mendorong dunia usaha membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas yang telah mengikuti pelatihan. “Kami berharap dunia usaha memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas untuk bekerja sesuai kompetensi dan keterampilan yang mereka miliki,” katanya.
Melalui penyediaan balai pelatihan khusus tersebut, Kemnaker berupaya memperkuat akses pengembangan kompetensi kerja yang inklusif. Program ini diharapkan membantu penyandang disabilitas meningkatkan kesiapan memasuki dunia kerja sekaligus memperluas kesempatan memperoleh pekerjaan. (MNZ/SP)









