Jakarta

Buka Job Fair, Gubernur Pramono Anum Buka Peluang Kerja untuk Disabilitas di Jakarta

Agenda Sabtu, 08 November 2025 - 10:20 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Buka Job Fair, Gubernur Pramono Anum Buka Peluang Kerja untuk Disabilitas di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung membuka Job Fair Penyandang Disabilitas Tahun 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pekan lalu. (Foto Istimewa)

JAKARTA (ruangdisabilitas.com) – Langkah konkret mendukung penyandang disabilitas di lakukan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Dia membuka Job Fair Penyandang Disabilitas Tahun 2025 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Selain job fair, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi DKI Jakarta juga memberikan program upskilling, yaitu upaya peningkatan keterampilan bagi para difabel.

“Karena tidak semua disabilitas mempunyai kesempatan untuk mengikuti pelatihan kerja sebelumnya, saya meminta kepada Kepala Dinas Ketenagakerjaan, selain matching job, upskilling ini juga menjadi penting. Kalau mereka belum mendapatkan pekerjaan, lebih baik kita lakukan latihan-latihan di balai latihan kita yang disebut dengan upskilling,” jelas Gubernur Pramono dalam keterangan resmi kepada media.

Dia menekankan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus mendorong terbukanya lapangan kerja dan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang dikelola oleh penyandang disabilitas. Salah satunya, menyiapkan kafe Difabis yang merupakan kedai kopi dengan tenaga kerja penyandang disabilitas.

“Penyandang disabilitas harus mendapatkan peran yang nyata dan konkret. Di Jakarta, kantor pemerintahan yang memiliki Kafe Difabel yang dikelola teman-teman disabilitas ada di Pemprov DKI. Inilah yang sebenarnya dibutuhkan secara riil di lapangan. Ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, Pemprov DKI juga menghadirkan berbagai inisiatif untuk mempermudah akses dalam meningkatkan kualitas hidup penyandang disabilitas.

Di antaranya Kartu Disabilitas Jakarta yang memberikan kemudahan akses layanan publik, serta 584 pasukan putih yang siaga membantu layanan kesehatan dan pendampingan bagi lansia dan penyandang disabilitas.

“Di Jakarta, kelompok penyandang disabilitas mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. Maka Pemprov DKI juga memberikan transportasi publik gratis, mencakup MRT, LRT, Transjakarta, dan Mikrotrans bagi 15 golongan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas,” terangnya.

Pramono berharap semua fasilitas ramah disabilitas yang ada di Jakarta dapat membentuk ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkeadilan.

”Dan saya percaya, apabila kita serius dengan hal ini dan kita memberikan ruang untuk meningkatkan kemampuan para disabilitas yang ada di Jakarta, ini akan membawa kebaikan bukan hanya bagi kelompok disabilitas, tetapi juga bagi masyarakat dan terutama bagi pemerintah Jakarta sendiri,” tegas Pramono. (MNZ/INT)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya