Provinsi Riau

Membanggakan, Mahasiswa Disabilitas Unilak Raih Dana Hibah Internasional

Pendidikan Jumat, 06 Februari 2026 - 09:42 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Membanggakan, Mahasiswa Disabilitas Unilak Raih Dana Hibah Internasional

Habibi Ramadan mahasiswa Unversitas Lancang Kuning (Unilak) dari Prodi Bisnis Digital, berhasil meraih dana hibah Internasional dari Lembaga The Pollination Project. ((Dok Unilak))

RIAU (ruangdisabilitas.com) – Sebuah pencapaian yang membanggakan. Tahniah, Habibi Ramadan mahasiswa Unversitas Lancang Kuning (Unilak) dari Prodi Bisnis Digital, berhasil meraih dana hibah Internasional dari Lembaga The Pollination Project. Ia mahasiswa disabilitas yang telah kuliah sejak tahun 2023.

Lembaga pemberi hibah adalah The Pollination Project adalah organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Serikat, tepatnya berkantor pusat di Berkeley, California (AS). Sebagai foundation yang mendedikasikan diri untuk mendukung perubahan sosial (social change), mereka dikenal memberikan seed grant harian kepada changemakers di berbagai negara untuk membiayai ide-ide dampak sosial tahap awal.

Habibi Ramadan selain sebagai mahasiswa, ia juga aktif sebagai relawan Dompet Dhufa dan kelompok masyarakat di Riau. Dalam programnya ia melihat bahwa banyak anak berkebutuhan khusus tidak memiliki kesempatan untuk menampilkan kreativitas mereka, sehingga ia menginisiasi workshop seni melukis tas (tote bag) sebagai ruang kreatif yang aman, menyenangkan, dan inklusif bagi mereka untuk berekspresi.

Dalam projek yang ia kerjakan berjudul Tote Bag Art Workshop with Special Needs (TBAW-SN), yang dilaksanakan di SLB Cendana Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau dengan dukungan dana kecil (seed grant) dari The Pollination Project.

Habibi mengatakan Workshop berlangsung selama satu hari penuh, di mana peserta anak berkebutuhan khusus melukis tas mereka sendiri dengan dukungan 19 relawan yang terlatih menggunakan komunikasi visual dan gerakan sehingga seluruh prosesnya benar-benar ramah aksesibilitas.

‘’Kami bersyukur dapat dana hibah, dana hibah tersebut digunakan untuk membeli bahan seni berkualitas, menyediakan sertifikat, dan kartu relawan. Selain itu juga ada bantuan logistik seperti transportasi dengan menyewa bus karena meningkatnya jumlah relawan. Hasilnya 20 anak menyelesaikan karya seni mereka sendiri, 19 relawan dilatih dalam komunikasi inklusif, dan total 39 orang terlibat langsung dalam proyek tersebut. Semua siswa berpartisipasi aktif dan pulang membawa karya mereka sendiri,’’ katanya kepada media Kamis, (5/2/2026).

 

Yang paling penting, inisiatif ini menunjukkan kepemimpinan seorang pemimpin yang Tuli (Deaf). Habibi melihat proyek ini sebagai bukti bahwa seseorang dengan disabilitas tetap dapat memimpin kegiatan berdampak tinggi dan bahwa dukungan dana merupakan simbol kepercayaan terhadap kapasitasnya untuk menciptakan perubahan sosial.

Sementara itu Dekan Fasilkom Unilak Assoc Profesor Dr Yogi Yuneri mengucapkan selamat kepada Habibi yang meraih dana hibah internasional. Tentu ini merupakan suatu kebanggaan dan capaian prestasi.

“Habibi adalah mahasiswa sopan dan baik, dalam aktiitias perkuliahan teman temanya dan dirinya bergaul bersama tanpa membedakan, dan ini sesuai tagline kampus Unilak yang bersahabat dan multicultural. Mahasiswa selama ada kemauan tentu ada jalan untuk berprestasi. Dan kami mendukung setiap hal hal positif yang dilahirkan oleh mahasiswa,’’ kata Dr Yogi. (MNZ/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya