Jawa Barat
Dorong Atlet Disabilitas Mandiri Berwirausaha, NPCI Jabar Buat Pelatihan
Pelatihan Keterampilan Atlet dan Mantan Atlet NPCI Jabar yang berlangsung di Hotel Serela, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (18/12/2025) ((Foto Istimewa))
JABAR (ruangdisabilitas.com) – Guna mempersiapkan masa depan, Ketua I Bidang Organisasi National Paralympic Committee of Indonesia (Komite Paralimpiade Indonesia), NPCI Jawa Barat, Komara, menegaskan pentingnya pemanfaatan bonus prestasi yang diterima atlet penyandang disabilitas secara produktif.
Menurutnya, bonus tersebut idealnya tidak hanya dihabiskan untuk kebutuhan sesaat, tetapi dapat dijadikan modal awal untuk merintis usaha demi kemandirian atlet di masa depan.
Komara menyampaikan hal tersebut saat ditemui di sela kegiatan “Pelatihan Keterampilan Atlet dan Mantan Atlet” NPCI Jabar yang berlangsung di Hotel Serela, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (18/12/2025). Ia menilai pelatihan ini menjadi momentum strategis untuk menanamkan kesadaran kewirausahaan bagi atlet disabilitas.
NPCI Jabar, kata Komara, secara khusus menghadirkan narasumber dari Rumah Makan Ampera karena rekam jejaknya yang telah teruji. Proses panjang yang dilalui RM Ampera hingga menjadi usaha besar dinilai relevan sebagai contoh nyata bagi atlet disabilitas dalam membangun usaha secara bertahap.
“Mengapa kita mengambil narasumber dari RM Ampera, karena lewat proses perjalanan waktu terbukti mereka sukses. Nah, RM Ampera ini merupakan salah satu bagian bagaimana memberi motivasi kepada atlet agar bonus uang prestasi tidak habis tanpa menyisakan sesuatu yang bermanfaat,” tutur Komara.
Lebih lanjut, Komara mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama atlet penyandang disabilitas dalam merintis dunia usaha adalah rasa minder dan kurang percaya diri. Kondisi tersebut, menurutnya, harus diatasi dengan membangun mental positif serta keyakinan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang.
Ia menekankan pentingnya filosofi Sunda “keyeng tangtu pareng” sebagai pegangan hidup atlet disabilitas. Filosofi tersebut mengajarkan bahwa dengan kesungguhan dan ketekunan, tujuan yang diharapkan dapat tercapai meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
“Motivasi dari diri sendiri dan keluarga itu sangat penting. Dengan semangat dan keyakinan, rasa minder itu bisa diredam,” ujar Komara menegaskan.
Selain dukungan moral, NPCI Jabar juga membuka peluang dukungan konkret melalui pengurus cabang. Komara menyebutkan, apabila hibah di tingkat pengcab memungkinkan, maka dapat dimanfaatkan untuk membantu rintisan usaha atlet penyandang disabilitas.
“Di sisi lain, jika hibah di satu pengcab memungkinkan bisa membantu rintisan usaha atlet, saya kira lakukan saja. Kami di NPCI Jabar punya keinginan seperti itu,” kata Komara. (MNZ/RRI)








