Provinsi Riau
Sebentar Lagi Seleksi Jabatan Eselon II dan III, Pemprov Riau Terapkan Manajemen Talenta
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan bahwa saat ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) memiliki Sistem Manajemen Talenta (SIMATA). (DISKOMINFOTIK RIAU/FS)
RIAU (ruangdisabilitas.com) – Pergantian satuan kerja di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau akan segera berubah. Pemprov Riau kini menerapkan manajemen talenta untuk pengisian jabatan eselon II dan III. Pejabat akan ditempatkan sesuai kemampuan dan keahlian mereka.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan bahwa saat ini Badan Kepegawaian Negara (BKN) memiliki Sistem Manajemen Talenta (SIMATA). Semua ASN akan mengunggah potensi dirinya melalui aplikasi tersebut.
"Manajemen talenta itu kan sudah memetakan semua kompetensi, kinerja dari pegawai. Melalui SIMATA, jadi ASN ini mengunggah semua potensi dirinya, dibuktikan dengan kualifikasi dia apa," ujar Abdi, Selasa (8/9/2026).
Dikatakannya, melalui SIMATA para ASN bisa menunjukkan kompetensi dengan mengunggahnya. Sehingga masing-masing orang menunjukkan kinerjanya dengan bukti-bukti yang diunggah.
"Jadi mereka itu nanti memilih. Aspirasinya apa dan segala macamnya. Nanti secara kinerja kan kita sudah lihat nih, disiplin pegawai atau segala macamnya, pernah dihukum disiplin atau tidak. Nah, itu semua ada bobot nilainya masing-masing," ungkapnya.
Ia menyebut, orang yang punya sertifikat A sama sertifikat B kompetensinya beda. Nilainya akan diperhitungkan dalam SIMATA.
"Setelah masuk SIMATA itu, dia nanti masuk dalam namanya kotak manajemen talenta. Ada sembilan kotak itu. Nanti kelihatan tuh, orang yang dengan kompetensi dan yang dibuktikan dengan kemampuan. Dia akan langsung masuk di kotak 7, 8, 9," sebutnya.
Sementara yang belum ter-upgrade akan nanti akan berada di kotak 6, 5, 4.
"Mana yang potensialnya? adalah mereka yang berada di kota 9, 8, 7. Itu yang berpotensi," ucapnya.
Tahapan saat ini, lanjut Abdi, untuk eselon II kini masih dapat proses rotasi. Mereka masih di rotasi untuk mengisi jabatan yang kosong.
"Jadi kita tunggu saja," katanya.
Sementara untuk pejabat eselon III, pemetaannya harus diselesaikan semua, supaya menggambarkan semua potensi yang ada, termasuk fungsional madya. (MNA/SP)











