Kampar, Riau
Rancang Inovasi Pembelajaran Berbasis Cinta, RA Nursyahira Siak Hulu Raih Juara 1 se-Kabupaten Kampar
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar RA Nursyahira dan KKRA 6 Kabupaten Kampar. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna bagi anak-anak. (DOK RA NURSYAHIRA/FS)
KAMPAR (ruangdisabilitas.com) – Pencapaian yang membanggakan kembali diraih para Guru RA Nursyahira. Mewakili Kelompok Kerja RA (KKRA) 6 Kabupaten Kampar di ajang Lomba Pembuatan Alat Peraga Edukatif (APE) Anak Usia Dini tingkat guru RA se-Kabupaten Kampar berhasil mengukir prestasi. Kompetisi ini ditaja Ikatan Guru Raudhatul Athfal (IGRA) Kabupaten Kampar dan sekolah ini berhasil mengantarkan RA Nursyahira meraih Juara 1.
Lomba yang berlangsung di Aula Bupati Kampar pada Sabtu (24/10/2026) lalu itu menjadi wadah bagi para guru RA untuk menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam menciptakan media pembelajaran yang edukatif, menarik, serta bermanfaat bagi tumbuh kembang anak usia dini.
Keberhasilan tersebut diraih melalui karya inovatif bertajuk “Rumah Panca Cinta”, sebuah alat peraga edukatif yang mengintegrasikan nilai-nilai KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) ke dalam kegiatan pembelajaran anak usia dini.
Kepala RA Nursyahira, Tengku Nurhasanah, SPd.I, mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian tim guru yang telah menunjukkan kreativitas, kerja sama, dan dedikasi tinggi dalam mengikuti kompetisi tersebut.
Menurutnya, Rumah Panca Cinta dirancang sebagai media pembelajaran yang menarik dengan menghadirkan beragam permainan edukatif untuk menstimulasi perkembangan anak dari berbagai aspek.
“Dengan kreativitas, kerja sama, dan dedikasi yang tinggi, tim guru RA Nursyahira menuangkan pembelajaran KBC atau Kurikulum Berbasis Cinta ke dalam APE yang diberi nama Rumah Panca Cinta,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, karya tersebut dipresentasikan dengan penuh semangat di hadapan dewan juri. Inovasi dan konsep pembelajaran yang diusung berhasil menarik perhatian juri hingga mengantarkan tim RA Nursyahira meraih posisi tertinggi dalam perlombaan.
Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar RA Nursyahira dan KKRA 6 Kabupaten Kampar. Capaian tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi para pendidik untuk terus berinovasi dalam menghadirkan proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna bagi anak-anak.
“Juara adalah kebanggaan, tetapi terus berkarya dan memberikan manfaat adalah tujuan utama kita,” tutup Tengku Nurhasanah sembari tersenyum.
Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi para pendidik anak usia dini untuk terus mengembangkan alat peraga edukatif yang inovatif, sehingga pembelajaran tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mampu mendukung perkembangan dan pembentukan karakter anak sejak dini.
Selamat dan sukses untuk Tim Guru RA Nursyahira atas prestasi Juara 1 yang diraih. Semoga pencapaian ini menjadi langkah untuk terus berkarya dan mengukir prestasi demi kemajuan pendidikan anak usia dini. (MNZ/TN)












