- Home
- Info Kesehatan
- Hadapi Sesak Napas Warga Tersebab Asap Karhutla, 21 Puskesmas Pekanbaru Siaga Oksigen Gratis
Pekanbaru, Riau
Hadapi Sesak Napas Warga Tersebab Asap Karhutla, 21 Puskesmas Pekanbaru Siaga Oksigen Gratis
Puskesmas telah dibekali persediaan oksigen untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi kesehatan warga, terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap. (HUMAS DISKES PEKANBARU/FS)
PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) - Pemerintah Kota Pekanbaru menyiagakan 21 puskesmas untuk mengantisipasi gangguan kesehatan masyarakat akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain pemeriksaan dan pengobatan gratis, fasilitas kesehatan tersebut juga menyediakan oksigen untuk warga yang membutuhkan penanganan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan kesiapan layanan kesehatan ini merupakan langkah antisipasi terhadap dampak buruk kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat, Jumat (23/10/2026).
Menurut Hazli, seluruh puskesmas telah dibekali persediaan oksigen untuk mengantisipasi kemungkinan memburuknya kondisi kesehatan warga, terutama mereka yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
"Setiap Puskesmas juga sudah kita siapkan oksigen, untuk mengantisipasi jika kondisi memburuk," kata Hazli.
Ia mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan selama kabut asap untuk segera mendatangi puskesmas terdekat. Warga dapat memperoleh pemeriksaan dan pengobatan secara gratis sesuai kebutuhan medis.
Tak hanya menyediakan oksigen, Dinas Kesehatan Pekanbaru juga menyiapkan masker gratis di puskesmas. Fasilitas ini diharapkan membantu masyarakat mengurangi paparan partikel berbahaya yang terkandung dalam asap.
Kesiapsiagaan tersebut menjadi perhatian penting mengingat kualitas udara Pekanbaru dilaporkan berada pada kategori tidak sehat. Konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang tinggi berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki masalah pernapasan.
Hazli mengingatkan masyarakat agar membatasi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Jika terpaksa beraktivitas di luar, warga disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Masyarakat juga diimbau menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan cairan dan mengonsumsi makanan bergizi. Namun, apabila muncul sesak napas atau keluhan kesehatan yang semakin berat, warga diminta segera mencari pertolongan medis.
Dengan kesiapan 21 puskesmas tersebut, Pemko Pekanbaru berharap masyarakat yang terdampak kabut asap dapat memperoleh penanganan lebih cepat sekaligus mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. (MNA/SP)













