Blitar, Jawa Timur

Semangat Nasionalisme, Penyandang Disabilitas dan Warga Blitar Gelar Upacara HUT RI

Daerah Minggu, 17 Agustus 2025 - 14:31 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Semangat Nasionalisme, Penyandang Disabilitas dan Warga Blitar Gelar Upacara HUT RI

Yayasan Kinasih, Blitar Jatim menjadikan HUT RI ini sebagai agenda rutin setiap tahun sebagai wujud penghormatan atas jasa para pahlawan sekaligus bentuk kebersamaan tanpa batas. (Dok Beritasatu.com)

JAWA TIMUR (ruangdisabilitas.com) - Suasana berbeda tampak dalam peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (Jatim). Yayasan Kinasih menggelar upacara bendera dengan melibatkan peserta dari kalangan penyandang disabilitas dan warga sekitar.

Upacara berlangsung khidmat di halaman kantor RT setempat. Para peserta semua dari penyandang disabilitas, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik maupun penglihatan bahkan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mengikuti jalannya upacara dengan penuh semangat nasionalisme.

Pendiri Yayasan Kinasih Edy Cahyono mengatakan kegiatan ini telah menjadi agenda rutin setiap tahun sebagai wujud penghormatan atas jasa para pahlawan sekaligus bentuk kebersamaan tanpa batas.

“Setiap tahun kami selalu menyelenggarakan upacara yang diikuti warga sekitar dan teman-teman penyandang disabilitas,” ungkap Edy, seperti dilansir beritasatu.com, Ahad, (17/8/2025).

Lebih lanjut, Edy menegaskan momen kemerdekaan seharusnya dirasakan semua lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Ia menekankan pentingnya kesetaraan dalam hak dan kesempatan.

“Pada HUT ke-80 kemerdekaan RI ini, para disabilitas juga memiliki hak yang sama untuk merayakan kemerdekaan. Kami berharap mereka mendapatkan hak dan kemandirian secara ekonomi dan sosial, walaupun dalam kondisi sesulit apa pun,” tegasnya.

Semangat tersebut juga dirasakan oleh Aep Saifudin, seorang penyandang tunanetra yang ikut hadir dalam upacara. 

Ia menuturkan momentum peringatan kemerdekaan menjadi pengingat penting bahwa keadilan harus dirasakan semua golongan masyarakat.

“Harapannya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia benar-benar bisa kami rasakan, termasuk kami para disabilitas,” ujarnya penuh harap.

Melalui kegiatan ini, Yayasan Kinasih ingin menunjukkan semangat kemerdekaan tidak boleh dibatasi oleh kondisi fisik. Justru dari keterbatasan, muncul semangat untuk terus berjuang demi kehidupan yang lebih baik dan setara bagi semua. (Maisha/SP)

 

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya