Padang, Sumatera Barat
Elok Bana, 10 Bus Trans Padang Ramah Disabilitas Mulai Beroperasi 1 Desember 2025
Direktur Perumda PSM, Alvino Martha, mengungkapkan bahwa kesepuluh unit bus ini merupakan bagian dari program peremajaan armada di Koridor I. Rute yang akan dilayani membentang dari RTH Imam Bonjol hingga Batas Kota Padang. (Dok Padang Ekspres)
PADANG (ruangdisabilitas.com) – Elok bana, kata orang Minang. Satu lagi program yang patut diapresiasi. Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Perumda Padang Sejahtera Mandiri (PSM) akan mengoperasikan 10 unit bus baru Trans Padang pada 1 Desember 2025. Armada terbaru ini dirancang khusus dengan fasilitas ramah bagi penyandang disabilitas, khususnya pengguna kursi roda.
Direktur Perumda PSM, Alvino Martha, mengungkapkan bahwa kesepuluh unit bus tersebut merupakan bagian dari program peremajaan armada di Koridor I. Rute yang akan dilayani membentang dari RTH Imam Bonjol hingga Batas Kota Padang.
“Untuk Koridor I, program peremajaan bus mencakup 10 unit dari total 20 unit yang saat ini tengah beroperasi,” ujar Alvino kepada Padang Ekspres, Rabu (12/11/2025).
Menurutnya, seluruh armada baru telah tiba di Padang sejak seminggu lalu. Namun, pihaknya masih menyelesaikan pengurusan administrasi dan dokumen perizinan operasional.
“Armadanya sudah datang. Kami masih dalam proses pengurusan surat-surat. Insya Allah 1 Desember sudah dapat beroperasi,” jelasnya.
Alvino menekankan bahwa bus generasi terbaru ini memiliki perbedaan signifikan dibandingkan armada sebelumnya. Inovasi utama terletak pada desain yang mengakomodasi kebutuhan penumpang berkebutuhan khusus.
“Bus kali ini cukup ramah dengan penyandang disabilitas. Kami melakukan sedikit modifikasi pada bagian belakang khusus untuk penumpang disabilitas, terutama mereka yang menggunakan kursi roda,” paparnya.
Salah satu keunggulan armada baru adalah bentuk pintu yang berbeda dari bus Trans Padang generasi sebelumnya. Jika armada lama hanya memiliki pintu di bagian depan dan tengah, bus terbaru dilengkapi pintu di bagian depan dan belakang.
Desain ini memungkinkan para penyandang disabilitas menaiki bus melalui pintu belakang yang telah dimodifikasi. Area belakang bus dirancang khusus sebagai ruang bagi penumpang berkebutuhan khusus agar tidak terganggu aktivitas penumpang lainnya.
“Mereka yang merupakan penyandang disabilitas dapat menaiki Trans Padang lewat pintu belakang. Kalau dimuat, area tersebut dapat menampung hingga dua kursi roda,” ungkap Alvino.
Ia berharap masyarakat Padang dapat memanfaatkan layanan transportasi publik ini secara optimal. Pengadaan armada ramah disabilitas merupakan wujud komitmen Pemko Padang dalam memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh lapisan masyarakat.
“Semoga masyarakat bisa menggunakan layanan ini dengan baik. Ini merupakan komitmen Pemko Padang memberikan pelayanan terbaik buat masyarakatnya sehingga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin,” katanya.
Alvino menambahkan, peremajaan armada di Koridor I memang sangat diperlukan mengingat sebagian besar bus yang beroperasi saat ini merupakan armada lama. Banyak di antaranya telah beroperasi sejak Trans Padang pertama kali diluncurkan pada 2014.
Dengan hadirnya 10 unit bus baru yang ramah disabilitas ini, diharapkan layanan transportasi massal di Kota Padang semakin inklusif dan dapat diakses oleh seluruh warga tanpa terkecuali, termasuk kelompok rentan seperti penyandang disabilitas dan pengguna kursi roda. (MNZ/CC1)










