Nasional
Menaker RI Mulai Dorong Kesempatan Kerja Bagi Disabilitas
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli (Foto Istimewa)
JAKARTA (ruangdisabilitas.com) – Ini bentuk keberpihakan yang konkret. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya pengelolaan tenaga kerja yang adil dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat. Termasuk pemberian kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas.
Yassierli mengatakan sejak awal menjabat sebagai menteri, ia langsung memikirkan bagaimana nasib teman-teman penyandang disabilitas di dunia kerja.
“Ketika saya diamanahkan menjadi Menteri, yang pertama terbayang oleh saya itu adalah bagaimana dengan teman-teman disabilitas,” kata Menaker Yassierli dalam media briefing bertajuk “Refleksi Satu Tahun Asta Cita Bidang Ketenagakerjaan” di Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Yassierli menyoroti salah satu fokus utama kementeriannya, yakni peta jalan penempatan tenaga kerja disabilitas. Yassierli menegaskan, pemerintah berkomitmen menghadirkan kebijakan yang berpihak dan membuka akses kerja yang setara bagi semua warga negara.
“Kemudian peta jalan terkait dengan penempatan tenaga kerja disabilitas. Ini juga mungkin saya sampaikan lagi, kami ingin pengelolaan tenaga kerja ini adil dan juga inklusif,” ujar Yassierli.
Sebagai bentuk nyata, Kemenaker telah menyiapkan penempatan tenaga kerja khusus untuk disabilitas. Serta, peta jalan pelatihan dan pemberdayaan yang sedang dikembangkan di berbagai balai pelatihan kerja.
“Kita ingin teman-teman disabilitas ini juga terperhatikan, karena amanat dari konstitusi kita. Bahwa setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang layak, dan ini adalah beban kami,” ujar Yassierli.
Yassierli juga menuturkan, Kemenaker telah membentuk direktorat khusus yang dipimpin oleh seorang direktur. Hal tersebut sebagai simbol kehadiran pemerintah dalam memastikan representasi dan empati terhadap kelompok difabel.
Hal yang sama dikatakan, Wamenaker Afriansyah Noor, menurutnya kerja sama antara Kemnaker dan Kemensos bisa memperkuat pemberdayaan penyandang disabilitas. Tujuannya adalah untuk membantu mereka menjalani kehidupan yang mandiri, produktif, dan sejahtera.
Pernyataan ini disampaikan oleh Afriansyah saat melakukan kunjungan kerja ke Sentra Terpadu Inten Soeweno (STIS) di Cibinong, Bogor, Senin lalu. "Beragam kegiatan di STIS menunjukkan wujud nyata kerja bersama dalam mewujudkan kehidupan yang lebih bermartabat bagi saudara-saudara penyandang disabilitas,” ujar Afriansyah Noor.
Kebijakan ini menjadi bagian dari implementasi Asta Cita bidang ketenagakerjaan, terutama pada pilar pemerataan kesempatan kerja. Serta, pembangunan sumber daya manusia yang inklusif.
Kemenaker menargetkan agar seluruh balai pelatihan kerja (BLK) memiliki fasilitas aksesibel. Serta, memperluas kemitraan dengan perusahaan yang berkomitmen mempekerjakan tenaga kerja disabilitas.
Dengan langkah ini, pemerintah berharap tercipta ekosistem kerja yang lebih ramah disabilitas. Yang mampu memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warga negara tanpa diskriminasi. (MNZ/INT)








