Padang, Sumbar

Pengabdian Masyarakat, Dosen UNP Beri Pelatihan Daur Ulang Limbah Bagi Warga Disabilitas di Padang

Pendidikan Rabu, 27 Agustus 2025 - 17:35 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Pengabdian Masyarakat, Dosen UNP Beri Pelatihan Daur Ulang Limbah Bagi Warga Disabilitas di Padang

Warga disabilitas dan mahasiswa pendidikan luar biasa cukup tinggi, terbukti dari semangat mereka menyelesaikan karya. (Foto Istimewa/Int)

PADANG (ruangdisablitas.com) – Inovatif dan kreatif. Dosen Universitas Negeri Padang (UNP), melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), memberikan pelatihan daur ulang limbah, kepada warga penyandang disabilitas di Kota Padang, Sumatera Barat.

"Pelatihan ini tidak hanya memberi keterampilan praktis, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas, dan mahasiswa yang kelak sebagai calon guru pendidikan luar biasa," kata Ketua Pelaksana, Prof Dr Mega Iswari, MPd, di Padang, Rabu (27/8/2025) seperti dilansir ANTARA.

Ia mengatakan melalui pelatihan ini, UNP ingin menunjukkan bahwa limbah bisa menjadi berkah. Dengan kreativitas, kertas dan plastik yang dianggap tidak berguna, dapat diubah menjadi tas dan vas bunga bernilai jual.

"Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs),” sebutnya.

Kegiatan PKM digelar selama dua hari, mulai tanggal 26 hingga hari ini 27 Agustus, bertempat di Universitas Adzkia.

Pelatihan menghadirkan Prof. Dr. Farida Mayar, M.Pd sebagai pemateri utama, serta didukung oleh tim dosen Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Padang.

"Kegiatan ini juga melibatkan peserta mahasiswa dan sejumlah dosen dari Pendidikan Luar Biasa Universitas Adzkia," sebutnya

Dalam materinya Prof. Farida Mayar menekankan pentingnya keterampilan daur ulang sebagai peluang usaha.

“Produk ramah lingkungan semakin diminati. Hasil karya peserta nanti bisa dipasarkan, sehingga menjadi sumber pendapatan baru,” katanya.

Selama dua hari, peserta dilatih mengenal jenis limbah yang bisa dimanfaatkan, teknik pengolahan, hingga praktik langsung membuat produk kreatif.

"Antusiasme warga disabilitas dan mahasiswa pendidikan luar biasa cukup tinggi, terbukti dari semangat mereka menyelesaikan karya tas, dan vas bunga unik yang siap dipasarkan," sebutnya.

Kegiatan pengabdian ini, sekaligus menunjukkan komitmen UNP berkolaborasi dengan Pendidikan Luar Biasa Universitas Adzkia, dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Lebih jauh, program ini juga menjadi bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mewujudkan SDGs, terutama pada tujuan kehidupan layak dan pekerjaan yang inklusif (Goal 8), konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Goal 12), serta kemitraan untuk mencapai tujuan (Goal 17).

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga disabilitas Kota Padang, serta mahasiswa Pendidikan Luar Biasa yang terlibat dapat semakin berdaya, mandiri, dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan hidupnya. (Maisha NZ/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya