- Home
- Pendidikan
- Upayakan Lapangan Kerja Disablitas, Tim Inklusi Psikologi Universitas Brawijaya Sosialisasi 34 Perusahaan
Nusantara
Upayakan Lapangan Kerja Disablitas, Tim Inklusi Psikologi Universitas Brawijaya Sosialisasi 34 Perusahaan
Universitas Brawijaya menggelar sosialisasi ketenagakerjaan inklusif kepada 34 perusahaan di wilayah Kabupaten Malang. ((Foto Istimewa))
NUSANTARA (ruangdisabitas.com) - Tim Inklusi Psikologi Universitas Brawijaya (UB) terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong terciptanya dunia kerja yang ramah dan terbuka bagi penyandang disabilitas.
Dalam upaya terbarunya, tim yang dipimpin oleh Dr. Ika Widyarini, MLHR, Psikolog, menggelar sosialisasi ketenagakerjaan inklusif kepada 34 perusahaan di wilayah Kabupaten Malang.
Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 19 September 2025 lalu di Gedung FISIP C lantai 7 Universitas Brawijaya ini merupakan tindak lanjut dari peluncuran platform digital setara.ub.ac.id pada Desember 2024 lalu.
Website ini dikembangkan oleh Tim Inklusi Psikologi UB sebagai wadah yang menjembatani penyandang disabilitas usia produktif dengan pemberi kerja inklusif. Di dalamnya terdapat fitur-fitur strategis seperti lowongan kerja khusus disabilitas, literasi dan regulasi terkait disabilitas, pelatihan, serta panduan praktik terbaik bagi perusahaan dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif.
“Program Setara bukan hanya platform digital, tapi juga bentuk nyata dari komitmen kami untuk mendekatkan penyandang disabilitas dengan dunia kerja formal. Kami ingin semua pihak—terutama perusahaan—memahami bahwa inklusi bukan beban, melainkan potensi,” ujar Dr Ika Widyarini.
Sosialisasi ini juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang (Disnakerkab), yang diwakili oleh Sekretaris Disnakerkab, Mohammad Yekti Pracoyo. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kerja sama antara pihaknya dan Tim Inklusi Psikologi UB yang sudah terjalin sejak 2022 akan terus diperkuat untuk memperluas akses ketenagakerjaan yang adil dan setara.
“Kami ingin membuka seluas mungkin peluang kerja formal bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Malang. Kerja sama ini sangat strategis dan kami berkomitmen untuk melanjutkannya dengan langkah-langkah yang lebih konkret,” kata Yekti.
Menariknya, dalam forum tersebut juga dibahas perluasan fokus kerja Tim Inklusi Psikologi UB yang kini mulai menyasar kelompok rentan lainnya, seperti Pekerja Migran Indonesia (PMI). Disnakerkab dan UB melihat pentingnya penyediaan edukasi dan penguatan psikologis bagi para PMI agar mereka dapat bekerja secara optimal dan terhindar dari kesulitan selama masa penempatan kerja.
Dengan kegiatan ini, Tim Inklusi Psikologi UB kembali menegaskan posisinya sebagai penggerak utama perubahan dalam isu ketenagakerjaan inklusif di daerah. Melalui pendekatan akademis, kolaboratif, dan berbasis teknologi, mereka mendorong terciptanya sistem ketenagakerjaan yang lebih adil, terbuka, dan berkelanjutan untuk semua. (MNZ/HUB)








