- Home
- Pendidikan
- Ingin Berkembang dan Berkarya, Disabilitas Bangkalan Ikuti Pelatihan Keterampilan dari Polri
Nusantara
Ingin Berkembang dan Berkarya, Disabilitas Bangkalan Ikuti Pelatihan Keterampilan dari Polri
Seorang Polisi dalam pelatihan keterampilan pada tunarungu dan disabilitas di Polsek TanjungKBRN, (Dok Humas Polres Bangkalan)
NUSANTARA (ruangdisabilitas.com) - Kepedulian terhadap penyandang disabilitas kembali ditunjukkan jajaran Polri. Melalui kegiatan pelatihan keterampilan yang digelar Polsek Tanjung Bumi, Polres Bangkalan. Kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Sahabat Tuna Rungu dan Disabilitas merupakan komitmen Polri mendukung pemberdayaan kelompok difabel di wilayah Kabupaten Bangkalan, Senin lalu.
Sebanyak belasan peserta dari komunitas tuna rungu dan penyandang disabilitas mengikuti pelatihan keterampilan praktis seperti potong rambut, tata rias, dan teknik pengelasan. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal keahlian yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kerja maupun usaha mandiri.
Kapolres Bangkalan, AKBP Hendro Sukmono, menyampaikan bahwa Polri harus hadir sebagai institusi yang inklusif dan humanis.
“Kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita dari komunitas disabilitas memiliki ruang untuk berkembang dan berkarya," ungkap AKBP Hendro. Selasa (14/10/2025)
Sementara itu, Aiptu Agus Suhariyanto, anggota Polsek Tanjung Bumi sekaligus Pembina Komunitas Bahasa Isyarat Tuna Rungu, menegaskan pentingnya hubungan emosional yang telah terjalin selama tujuh tahun antara kepolisian dan komunitas difabel.
“Kegiatan ini lebih dari sekadar pelatihan, tetapi juga ruang kebersamaan dan rasa saling memiliki,"tuturnya.
Antusiasme peserta dan dukungan masyarakat menjadi bukti bahwa pelatihan ini membawa dampak positif. Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat dalam semangat kemanusiaan dan kebersamaan.
Polsek Tanjung Bumi dan Polres Bangkalan menegaskan bahwa Polri bukan hanya penjaga keamanan, tetapi juga sahabat dan pelindung bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. (MNZ/SP)








