Nusantara

Buat Rekor Nasional, 41 Mahasiswa Disabilitas Universitas Brawijaya Dapatkan Beasiswa

Pendidikan Kamis, 13 November 2025 - 20:59 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Buat Rekor Nasional, 41 Mahasiswa Disabilitas Universitas Brawijaya Dapatkan Beasiswa

Sebanyak 41 mahasiswa difabel UB berhasil lolos seleksi dan mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Indonesia melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Kemendiktisaintek. (Dok Universitas Brawijaya Malang)

NUSANTARA (ruangdisabilitas.com) – Sebagai dukungan konkret mendukung penyandang disablitas, Universitas Brawijaya (UB) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus yang ramah bagi penyandang disabilitas. Pada tahun 2025, UB secara resmi tercatat sebagai perguruan tinggi dengan jumlah penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi Disabilitas (ADik Disabilitas) terbanyak se-Indonesia.

Sebanyak 41 mahasiswa difabel UB berhasil lolos seleksi dan mendapatkan bantuan biaya pendidikan dari Pemerintah Indonesia melalui Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT), Kemendiktisaintek.

Catatan ini menempatkan UB di peringkat pertama secara nasional, berdasarkan surat pengumuman PPAPT bernomor 0049/PPAPT.I.3/ADik/X/2025.

Beasiswa ADik Disabilitas merupakan program bantuan krusial dari pemerintah yang mencakup Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan biaya hidup. Program ini bertujuan mulia untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang setara bagi mahasiswa penyandang disabilitas di seluruh Indonesia.

Program ADik Disabilitas telah bergulir sejak tahun 2019. Sejak saat itu, UB secara konsisten menjadi salah satu kampus dengan penerima beasiswa ADik terbanyak setiap tahunnya. Hingga kini, tercatat ratusan mahasiswa difabel di UB telah mendapatkan beasiswa ini.

Koordinator Layanan di Subdirektorat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi UB, Sinta Swastikawara, menjelaskan bahwa pencapaian ini bukanlah tanpa usaha. Para pendaftar harus melalui serangkaian proses seleksi ketat untuk dinyatakan layak, termasuk memenuhi kriteria akademik yang ditentukan serta verifikasi status kedisabilitasannya.

“Proses seleksi ini membuktikan kualitas yang dimiliki oleh para mahasiswa. Seleksi yang dilakukan untuk mendapatkan beasiswa ini tidak mudah dan rangkaiannya juga panjang,” ujar Sinta seperti dilasnir beritajatim.com

Ia menegaskan, diterimanya 41 mahasiswa difabel UB sebagai penerima beasiswa ini menjadi bukti nyata kemampuan mereka.

“Ini menjadi bukti bahwa mahasiswa difabel yang ada di Universitas Brawijaya memiliki kualitas yang unggul dan tidak berbeda dengan mahasiswa non-difabel,” tambahnya.

Di kalangan mahasiswa, beasiswa ini disambut dengan antusiasme dan rasa syukur. Salah satunya adalah Yuniar Dwi Anugerah, seorang mahasiswa difabel netra dari Program Studi Ilmu Pemerintahan FISIP UB.

Bagi Yuniar, beasiswa ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga penguat motivasi. “Kesempatan emas ini yang makin menguatkan tekadku untuk terus belajar, bertumbuh, dan kelak bisa memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” sebut Yuniar. (MNZ/INT)

 

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya