Pekanbaru, Riau

Kunjungi Sekolah, KWQ Kembali Salurkan Al-Qur’an di Tahfidz MA Ma’arif

Pendidikan Sabtu, 14 Februari 2026 - 14:03 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Kunjungi Sekolah, KWQ Kembali Salurkan Al-Qur’an di Tahfidz MA Ma’arif

KWQ giat menyalurkan wakaf mushaf kepada pelajar tahfidz (penghafal Al-Qur’an) di berbagai sekolah negeri maupun swasta. ((Foto Istimewa))

PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) – Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) terus menunjukkan komitmen dan konsistensinya dalam membumikan Al-Qur’an di Bumi Lancang Kuning Riau. Melalui sinergi kebaikan dengan kalangan dermawan, komunitas ini giat menyalurkan wakaf mushaf kepada pelajar tahfidz (penghafal Al-Qur’an) di berbagai sekolah negeri maupun swasta.  

Kali ini, sebanyak 32 mushaf Al-Qur’an wakaf diserahkan secara langsung kepada para pelajar program tahfidz Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU Riau, Jumat (13/02/2026). Mushaf yang dibagikan itu bersumber dari empat pemberi wakaf (wakif), yakni Asnil, Islan, Dian Hariani, Bahriyah Dawam dan N.N. Annisa Cahya.

Mushaf yang disalurkan merupakan produksi King Salman dengan metode tajwid dan terjemahan berwarna, yang dirancang khusus untuk memudahkan para penghafal Al-Qur’an dalam memahami hukum bacaan serta mendalami makna ayat. Penerima wakaf mushaf ini diprioritaskan bagi pelajar yang telah memiliki hafalan minimal 2 juz.

Penyerahan dan pembagian mushaf Al-Qur’an wakaf ini dilaksanakan di aula kantor sekolah yang terletak di Jalan KH Ahmad Dahlan Pekanbaru. Meski digelar sederhana, acara berlangsung khidmat dan bermakna. Dihadiri langsung Kepala MA Ma’arif NU Riau Masita S.Ag, M.Pd yang didampingi Waka Kurikulum Hj. Helmidawati, S.Pd, MM serta sejumlah guru.

Masita selaku Kepala Madrasah, menyampaikan rasa terima kasih dan syukur yang mendalam atas bantuan yang diberikan. Menurutnya, ketersediaan mushaf yang layak dan standar sangat mempengaruhi semangat dan kenyamanan belajar siswa.

"Kami juga mengapresiasi para wakif maupun Tim KWQ atas kepeduliannya. Mushaf ini sangat berguna dan memang menjadi fasilitas penunjang yang kami butuhkan untuk program tahfidz di sini," ungkapnya.

Pimpinan sekolah yang bernaung di bawah ormas Islam Nadhatul Ulama (NU) Wilayah Riau itu juga memanjatkan doa agar kegiatan mulia ini menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir bagi semua pihak yang terlibat.

"Semoga keberkahan senantiasa menyertai para wakif dan tim KWQ. Setiap huruf yang dibaca dan dihafal oleh anak-anak kami, insya Allah menjadi tabungan pahala yang tidak terputus bagi Bapak dan Ibu sekalian atas bantuan yang diberikan," katanya.

Masita menjelaskan sekolah yang dipimpinnya ini berdiri tahun 1990, namun kemudian sempat vakum dan sejak 2010 kembali beroperasional. Saat ini, jumlah siswa sebanyak 101 orang dengan empat rombongan belajar (rombel), terdiri dari kelas X dan XI masing-masing 1 rombel dan kelas XII dua rombel.

Menurut dia, sebagai sekolah berbasis Islam, sejak awal masuk siswa dididik dengan nilai-nilai dan pengetahuan agama yang kuat, termasuk dengan menjadikan kegiatan membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebagai rutinitas harian. Selama 1 jam setiap harinya di waktu sekolah  digunakan untuk kegiatan tersebut oleh seluruh rombel.

“Selain itu, kita juga punya program khusus kelas tahfidz, yang  saat ini diikuti 50 peserta yang berasal dari siswa/i kelas X-XII. Proses pembelajarannya berlangsung rumah tahfidz sekolah dengan metode khusus di bawah bimbingan guru/ustadz dari kalangan NU. Ada pengklafikasian dan tingkatan pembelajaran, seperti tahsin dan hafalan,” terangnya.

Masita menyebut siswa kelas tahfidz juga mengikuti ujian rutin dan ujian akhir untuk sebagai penentu kelulusan. Biasanya, untuk ujian akhir ini langsung disaksikan oleh Ketua PBNU Wilayah Riau. Sedangkan target untuk siswa secara umum, minimal hafal juz 30 dan beberapa surat juz 29 sekaligus sebagai prasyarat lulus sekolah.

“Kita berharap bantuan mushaf yang representatif ini makin memotivasi siswa tahfidz bukan hanya mampu meningkatkan jumlah hafalan tetapi juga Mutqin atau kualitas hafalan yang sesuai dengan kaidah, fasih, kokoh dan dijiwai untuk kemudian diamalkan,” ujarnya.

Masita menambahkan sekolah dipimpinan merupakan MA plus yang selain memadukan pendidikan Islam dan umum, juga mengajarkan sejumlah ilmu keterampilan atau vokasi kepada anak didiknya seperti sablon, desain grafis , handicraft, tata boga dan lain sebagainya. Tujuannya untuk mengembangkan kemampuan praktis dan kreativitas siswa sekaligus sebagai bekal untuk kehidupan masa depan. 

Pimpinan Komunitas KWQ A. Z Fachri Yasin menjelaskan meski bukan sebuah yayasan, toh perkumpulan yang dipimpinnya mampu meyakinkan berbagai kalangan untuk berpartisipasi melalui kegiatan wakaf Al-Qur’an dan menjalankan amanah dengan baik dan tepat sasaran.

Sejak medio Juni 2022, Komunitas KWQ telah aktif berperan sebagai jembatan kebaikan antara dermawan dan para pencinta Al-Qur’an. Hingga saat ini, KWQ telah menyalurkan 4.137 mushaf dari 300-an orang wakif ke berbagai sekolah negeri, swasta, hingga pondok pesantren di seluruh wilayah Provinsi Riau.

“Jadi, mushaf ini bukan dari kami, melainkan adalah titipan dari para wakif dari berbagai kalangan. Harapan mereka sederhana: agar Al-Qur’an ini dibaca, dihafal, dan didoakan kebaikan, keberkahan dan jadi amal jariyah bagi para pemberinya. Sebagai fasilitator, tolong doakan juga kami untuk istiqamah dalam amal kebajikan ini, ” ujar dosen senior Unri di hadapan para siswa.

Berdialog, Picu Semangat

Acara penyaluran Al-Qur’an wakaf tersebut tidak hanya berupa penyerahan simbolis. Seperti yang sudah-sudah, pimpinan KWQ memanfaatkan momentum tersebut untuk berdialog interaktif dengan para siswa. Ia memicu semangat dan memotivasi siswa untuk terus giat belajar dan menimba ilmu hingga ke jenjang tertinggi.

Akademisi senior di Riau yang sudah berusia 72 itu mengawali interaksinya dengan siswa lewat pertanyaan ringan apakah mereka sudah sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah. Tak ada jawaban dari para siswa, mereka terkesan malu-malu dan ragu bersuara. Ketika ditanya ulang, beberapa siswa menggelengkan kepala.

“Tak usah takut atau malu-malu bicara, jawab saja dengan jujur. Tunjukkan semangat dan keberanian kalian, karena kalian generasi penerus. Saya sarankan kalian harus sarapan pagi karena berguna untuk kesehatan dan mempengaruhi aktivitas belajar di sekolah,” ujar Fachri dengan suara  khasnya yang lantang namun berpembawaan kebapakan itu.

Ia kemudian melontarkan pertanyaan tentang apakah para siswa akan melanjutkan pendidikan atau tidak, kalau iya mau kuliah dimana dan kalau tidak apa rencananya serta cita-cita yang ingin diraih. Meski masih terkesan malu-malu dan ragu, beberapa siswa memberanikan diri menjawabnya. Ada yang ingin kuliah dan ada pula yang ingin langsung ke terjun ke dunia kerja.

“Saran saya kalian jangan berhenti hanya pada tingkatan sekolah menengah. Tanamkan keinginan dan tekad untuk melanjutkan pendidikan karena itu kunci masa depan gemilang. Kalian juga harus merancang cita-cita dari sekarang agar tahu kemana akan melangkah, yang tentunya untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik,” pungkas Fachri Yasin, yang disambut anggukan mantap dari para siswa.

Menutup motivasinya, Pimpinan KWQ mengajak sekaligus memimpin para pelajar untuk mengumandangkan takbir secara lantang dan serentak. Pekikan takbir dengan lafaz "Allahu Akbar" menggema tiga kali di ruangan mushala, menciptakan suasana emosional yang menggetarkan hati para hadirin.

Suasana ceria bercampur haru menyelimuti saat pembagian langsung mushaf kepada masing-masing siswa yang dilakukan bersama-sama pimpinan sekolah dan majelis guru secara bergiliran. Para siswa tampak tampak sumringah saat menerima mushaf baru gratis tersebut, dan acara pun diakhiri dengan foto bersama.

Sebagai tambahan informasi, dalam waktu dekat, Komunitas KWQ juga telah mengagendakan penyaluran ratusan mushaf Al-Qur’an wakaf kepada pelajar tahfidz, di antaranya di SMP IT Az Zuhra dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pekanbaru. (MNA/SP)

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya