Kuantan Singingi, Riau

Aksi Gubernur Riau Naiki Perahu Jalur di Tepian Narosa, Tunjukkan Jiwa Kepemimpinan Merakyat

Riau Senin, 25 Agustus 2025 - 14:13 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Aksi Gubernur Riau Naiki Perahu Jalur di Tepian Narosa, Tunjukkan Jiwa Kepemimpinan Merakyat

Pacu Jalur mengalami kebangkitan besar. Tak lagi sekadar perlombaan perahu panjang di sungai, Pacu Jalur kini menjelma menjadi panggung budaya yang mendunia (Dok Diskominfotik Riau)

KUANSING (ruangdisabilitas.com) - Di tengah riuh tepian Sungai Kuantan yang penuh sorak dan semangat, Ahad (24/8/2025) Gubernur Riau Abdul Wahid, berdiri di atas jalur, menari bersama masyarakat, dan menyatu dengan denyut tradisi yang telah menjadi kebanggaan tanah Melayu.

Mengenakan kaus biru dan berdiri tepat di belakang anak tari, Wahid memperagakan gerakan pemandu janur dengan penuh semangat.

Di atas kayuhan sampan, di tengah gemuruh tepuk tangan dan teriakan "kayuah... kayuah!", ia menyapa masyarakat yang memadati tepian, hal itu memperlihatkan seorang pemimpin tak hanya memimpin dari podium, tetapi juga dari tengah-tengah rakyatnya.

Tak sendiri, Bupati Indragiri Hulu dan Bupati Pelalawan turut naik jalur. Mereka juga ikut memperagakan gerakan khas tersebut. Semua bergerak serentak, seirama, sejiwa, simbol kekompakan yang menjadi inti dari Pacu Jalur.

Di bawah kepemimpinan Abdul Wahid, Pacu Jalur mengalami kebangkitan besar. Tak lagi sekadar perlombaan perahu panjang di sungai, Pacu Jalur kini menjelma menjadi panggung budaya yang mendunia. Festival itu turut dihadiri oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, sejumlah menteri, serta deretan artis ibu kota. Dunia mulai melirik Kuantan Singingi. 

"Pacu Jalur adalah warisan budaya yang patut kita jaga dan kembangkan. Tradisi ini bukan sekadar lomba perahu, tetapi kekayaan nasional yang membuka peluang ekonomi dan inspirasi bagi generasi muda," sebutnya.

"Jalur ini bukan sekadar kayuhan. Ini tentang kekompakan, tentang kebersamaan. Tentang bagaimana masyarakat bekerja bersama, bahu-membahu, demi satu tujuan, " lanjutnya. 

Ia menyebut Pacu Jalur sebagai cermin dari persaudaraan masyarakat Melayu, yang tak hanya kuat di daratan, tetapi juga tangguh di atas arus sungai yang deras.

"Terima kasih pemacu jalur, Terima kasih masyarakat Riau, sampai jumpa di tepian yang sama, dengan semangat yang tak pernah padam. Pacu Jalur, kebanggaan kita bersama," tutupnya.

Pacu Jalur 2025 Resmi Ditutup

Festival Pacu Jalur 2025 di Kuantan Singingi kembali meninggalkan jejak yang membanggakan. Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid, menegaskan bahwa kemenangan sejati dari ajang ini bukan hanya ditentukan tercepat di Tepian Narosa, melainkan bagaimana festival ini mampu dirawat, dijaga, dan terus dikembangkan sebagai warisan budaya.

Menurutnya, Pacu Jalur kini telah melampaui sekadar tradisi tahunan. Festival yang berakar dari kebersamaan masyarakat Kuansing ini sudah menjelma sebagai kekuatan pariwisata dan penggerak ekonomi yang menghidupi banyak pihak. 

“Mulai dari UMKM, pedagang kecil, hingga sektor perhotelan, semuanya ikut merasakan berkah dari Pacu Jalur,” ujar Gubri Abdul Wahid di Taman Pacu Jalur, Taluk Kuantan, Ahad (24/08/2025) malam.

Gubernur Abdul Wahid menjelaskan kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka pada pembukaan festival tahun ini sebagai bukti besarnya perhatian nasional terhadap Pacu Jalur. Ia menyebut momentum ini sebagai berkah sekaligus pengakuan atas pentingnya Pacu Jalur dalam peta budaya bangsa.

“Kita bersyukur, kehadiran Wapres menjadi tanda bahwa Pacu Jalur telah mendapat perhatian besar. Saya yakin momentum ini membawa keberkahan bagi masyarakat Riau, khususnya Kuantan Singingi, sekaligus memperkuat posisi Pacu Jalur sebagai ikon pariwisata budaya nasional,” jelasnya.

Lebih jauh, Gubri Abdul Wahid menegaskan komitmen pemerintah provinsi Riau bersama pemerintah kabupaten untuk terus melakukan evaluasi dan pembenahan pada setiap penyelenggaraan.

Tujuannya agar festival ini semakin tertib, profesional, dan mampu membanggakan masyarakat Riau bukan hanya di tingkat nasional, tetapi juga di mata dunia. Sehingga, ia optimistis Pacu Jalur 2025 bisa menembus tiga besar Karisma Event Nusantara (KEN). 

“Pada 2024 lalu kita berhasil masuk top 10. Dengan berbagai pembenahan dan dukungan masyarakat, tahun ini saya yakin Pacu Jalur bisa masuk tiga besar,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby, menambahkan bahwa festival tahun ini telah menunjukkan skala luar biasa. Berdasarkan perhitungannya, lebih dari dua juta orang hadir selama gelaran Pacu Jalur berlangsung. 

“Bayangkan, jika setiap orang membelanjakan minimal Rp50 ribu saja, maka ada Rp100 miliar yang berputar di Kuantan Singingi,” ungkapnya.

Menurut Suhardiman, geliat ekonomi tersebut menjadi bukti bahwa Pacu Jalur bukan hanya kebanggaan budaya, melainkan juga motor pembangunan daerah. UMKM, pedagang kaki lima, jasa transportasi, hingga sektor wisata semua ikut merasakan dampak positifnya.

Tak hanya aspek ekonomi, Bupati Kuansing menekankan bahwa Pacu Jalur juga berperan penting dalam mempererat persatuan. Ia menyebut festival ini sebagai wadah merekatkan kebersamaan, baik antar pemuda, antardesa, antarkecamatan, hingga antarbangsa. 

“Pacu Jalur bukan hanya tontonan, tapi perekat nilai-nilai budaya dan persaudaraan kita,” ucapnya.

Baginya, keunikan Pacu Jalur adalah kemampuannya menggabungkan olahraga, budaya, dan wisata dalam satu kemasan. Dari lintasan Sungai Kuantan hingga perayaan budaya di Taman Jalur, semuanya memperlihatkan kekuatan lokal yang mendunia.

Dengan semangat itu, Suhardiman berharap Pacu Jalur dapat terus menjadi agenda yang tak hanya ditunggu masyarakat Riau, tetapi juga wisatawan nasional hingga mancanegara.

“Kita ingin Pacu Jalur benar-benar menjadi panggung dunia, tempat kita memperkenalkan budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat.” pungkasnya.

Sebagai informasi, Pacu Jalur 2025 telah menpatkan juara satu yaitu Bintang Emas Cahaya Intan asal Desa Tanjung Hulu Kuansing. Selanjutnya, juara kedua diraih oleh Tuah Datuk Keramat Imbang Di Alam Inhu.

Kemudian, juara ketiga tim Panglimo Rimbo Piako asal Pekan Heran Indragiri Hulu dan juara keempat adalah Buayo Danau dari Bandar Alai Kari Kuantan Tengah. (Muthia NA/MCR)

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya