Pekanbaru, Riau

Dorong Pendidikan Inklusif dan Energi Bersih, PHR Bangun PLTS di SLB Rumbai

Riau Rabu, 10 September 2025 - 23:07 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Dorong Pendidikan Inklusif dan Energi Bersih, PHR Bangun PLTS di SLB Rumbai

Energi ini bisa menghemat biaya listrik sekolah sekitar Rp6,8 juta setiap tahun dan meningkatkan kenyamanan belajar bagi lebih dari 100 siswa berkebutuhan khusus. (Dok PHR)

PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) - Pertamina Hulu Rokan (PHR) membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hybrid di Sekolah Luar Biasa (SLB) Melati Rumbai, Pekanbaru. 

Langkah ini merupakan komitmen perusahaan mendukung pendidikan inklusif sekaligus transisi energi bersih di wilayah operasi Zona Rokan.

PLTS berkapasitas 3,7 KWP dengan penyimpanan energi 5 kWh tersebut diperkirakan mampu menghasilkan listrik hingga 4.691 kWh per tahun. 

Energi ini bisa menghemat biaya listrik sekolah sekitar Rp6,8 juta setiap tahun dan meningkatkan kenyamanan belajar bagi lebih dari 100 siswa berkebutuhan khusus.

“Pemasangan PLTS ini bukan hanya solusi energi, tetapi juga wujud nyata komitmen PHR dalam mendukung pendidikan inklusif bagi anak-anak difabel sekaligus memperkenalkan energi bersih kepada generasi muda,” ujar Manager Community Involvement and Development (CID) Regional 1 PHR, Iwan Ridwan Faizal.

Selain menyediakan energi ramah lingkungan, PLTS juga digunakan sebagai sarana edukasi. Guru dan siswa diperkenalkan pada teknologi energi terbarukan sejak dini. 

PHR bahkan melatih guru serta staf sekolah melalui program Green Warrior agar mampu merawat sistem PLTS secara mandiri. Perusahaan juga menyerahkan perangkat komputer untuk menunjang aktivitas belajar.

Ketua Yayasan SLB Melati Rumbai, HM Jakfar, mengapresiasi dukungan PHR. “Kami sangat bersyukur atas perhatian dan dukungan PHR. Kehadiran PLTS ini menjadi berkah besar bagi sekolah kami dan akan sangat membantu kelancaran kegiatan belajar mengajar,” ungkapnya.

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR, khususnya inisiatif Pemko Pesmina (Program Pemberdayaan Komunitas Penyandang Disabilitas Pertamina) yang berfokus pada pendidikan inklusif dan pemanfaatan energi ramah lingkungan di sektor pendidikan.

Melalui program tersebut, PHR menegaskan komitmen untuk terus mengintegrasikan pemberdayaan sosial, pendidikan, dan keberlanjutan lingkungan di wilayah operasi Zona Rokan. (Maisha/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya