Kampar, Riau

Viral Kasus Guru Banting Nasi Kotak di SDN 021 Kampar, DPRD Kampar Turun Tangan

Riau Selasa, 18 November 2025 - 22:25 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Viral Kasus Guru Banting Nasi Kotak di SDN 021 Kampar, DPRD Kampar Turun Tangan

Kepala Dikpora Kampar M Aidil (tengah) didampingi Ketua Komisi II DPRD Kampar H Tony Hidayat memberikan keterangan. kepada wartawan usai kegiatan RDP (Dok DPRD Kampar)

KAMPAR (ruangdisabilitas.com) – Sempat viral. Video viral aksi ngamuknya salah seorang oknum guru honorer di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 021 Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, yang membanting nasi kotak setelah acara sosialisasi yang digelar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Kampar pada Senin (10/11/2025) lalu.

Kini berujung pemecatan terhadap dua orang oknum guru serta penonaktifan kepala sekolah di SD tersebut berbuntut panjang.

Komisi II DPRD Kampar turun tangan menyikapi masalah tersebut dengan melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dikpora Kampar dan Kepala SDN 021 nonaktif Aspinawati Harahap, serta sejumlah guru, Senin (17/11/2025).

Dari pantauan cakalah.com, hearing (RDP) dilaksanakan sebanyak dua kali. Hearing pertama dilakukan pada Senin pagi yang dihadiri Kepala Dikpora Kampar M Aidil dan sejumlah pejabat di dinas tersebut.

Kemudian, setelah istirahat, salat dan makan siang, RDP dilanjutkan dengan Kepala SDN 021 Tarai Bangun yang dinonaktifkan, Aspinawati Harahap, dan dua orang guru honorer, Yon Hendri dan Reza Arya Putra. RDP digelar tertutup untuk media.

Ketua Komisi II DPRD Kampar H Tony Hidayat kepada wartawan usai pelaksanaan RDP mengatakan, RDP ini digelar untuk meminta keterangan dari Dikpora sebagai mitra Komisi II, tidak dalam kapasitas melakukan intervensi atau berpihak atau pro maupun kontra.

“Tugas kami hanya meminta keterangan dan mencari solusi terbaik agar sekolah tetap berjalan dan anak-anak bisa belajar tanpa hambatan," cakap Tony.

Politisi Partai Demokrat ini menambahkan, dari pelaksanaan RDP ini mereka telah mendapatkan keterangan serta kronologi peristiwa yang terjadi di SDN 021 Tarai Bangun secara lengkap. Tindakan Dikpora yang menonaktifkan kepala sekolah SD tersebut merupakan suatu langkah cepat dalam situasi dan kondisi darurat.

"Salah satu langkah tersebut adalah meminta kepala sekolah untuk mengundurkan diri sementara, agar situasi dapat mereda terlebih dahulu. Setelah kondisi kembali tenang, barulah solusi permanen bisa dicari," terang Tony.

Sementara itu, Kepala Dikpora Kampar Aidil mengatakan, hearing ini sebatas pengambilan keterangan awal dari Dikpora Kampar.

Terkait isu pencopotan kepala sekolah, Aidil menegaskan bahwa kepala sekolah dilakukan penonaktifan sementara menjelang situasi berangsur normal.

“Status kepala sekolah sampai sekarang nonaktif. Kalau ada pemberhentian dua orang guru merupakan kewenangan dari komite, itu bukan berarti keputusan dinas. Jangan dikaitkan seolah-olah dinas lepas tangan,” kata Aidil.

Ia mengaku, keputusan atau kesimpulan akhir belum bisa ditetapkan karena Komisi II masih akan memanggil pihak sekolah untuk dimintai keterangan lanjutan.

“Prinsipnya, Dinas Pendidikan tetap akan mencari solusi terbaik untuk SDN 021. Namun kesimpulan belum dapat diambil hari ini karena baru keterangan dari dinas yang dimintai,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDN 021, Aspinawati Harahap, setelah melakukan klarifikasi dengan Komisi II DPRD Kampar, enggan memberikan pernyataan. Aspinawati terlihat buru-buru keluar dari gedung DPRD Kampar bersama beberapa orang rekannya.

"Ndak usahlah," ujarnya sambil berlalu menjawab permintaan wartawan untuk melakukan wawancara.

Seperti ramai di media sosial, seorang oknum guru laki-laki yang diketahui guru honorer komite di sekolah tersebut terlihat mengamuk dan membanting nasi kotak ke lantai teras bangunan SD tersebut di hadapan para murid dan guru-guru lainnya pada Rabu (12/11/2025) lalu.

Dari informasi yang beredar, guru ini naik pitam karena diduga ada beberapa orang guru dan beberapa orang lainnya serta wali murid mendesak oknum guru Yon agar segera membagikan nasi kotak yang merupakan konsumsi setelah acara sosialisasi pencegahan tindakan perundungan yang digelar Dikpora Kampar di sekolah tersebut.

Video aksi mengamuknya oknum guru ini tersebar luas di media sosial. Peristiwa itu memancing kemarahan orang tua/wali murid.

Rabu (12/11/2025), sejumlah orang tua/wali murid melakukan demonstrasi ke sekolah yang mengecam tindakan oknum guru yang mengamuk di hadapan ratusan murid SDN 021.

Atas peristiwa itu, Disdikpora Kampar segera mengambil tindakan dengan menonaktifkan Kepala SDN 021 Tarai Bangun dan memecat dua orang guru honorer yang terlibat masalah tersebut, Yon Hendri dan Reza Arya Putra. Dari demo tersebut juga terungkap beberapa persoalan disampaikan para demonstran. (MNA/INT)

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya