Tangerang

Tingkatkan Pendidikan Inklusif, Universitas Pamulang Terus Rangkul Mahasiswa Disabilitas

Agenda Rabu, 22 April 2026 - 17:31 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Tingkatkan Pendidikan Inklusif, Universitas Pamulang Terus Rangkul Mahasiswa Disabilitas

Unpam melalui Lembaga Layanan Disabilitas (LLD) menggelar Seminar Internasional bertajuk “Public Communication, Disability Rights Advocacy and Social Campaign Management”. (DOK REPUBLIKA/FS)

TANGERANG (ruangdisabilitas.com) – Dukung pendidikan inklusif, Universitas Pamulang (Unpam) berupaya terus meningkatkan pelibatan mahasiswa disabilitas dalam perkuliahan di lingkungan civitas akademika kampus tersebut. Hal ini dilakukan dengan memperkuat sinergi dalam pengembangan program advokasi, peningkatan kapasitas, serta kampanye sosial yang inklusif dan berkelanjutan.

Pada Selasa (21/4/2026), Unpam melalui Lembaga Layanan Disabilitas (LLD) menggelar Seminar Internasional bertajuk “Public Communication, Disability Rights Advocacy and Social Campaign Management”. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini, dengan menghadirkan narasumber perempuan yang inspiratif di bidangnya. 

Acara yang berlangsung di Gedung C Ruang Teleconference UNPAM Jalan Raya Puspitek, Tangerang Selatan ini dihadiri oleh Wakil Rektor III Dr Dameis Surya Anggara, Wakil Rektor IV Prof Oksidelfa Yanto, serta jajaran dekan, ketua program studi, Kepala Lembaga, dosen dan mahasiswa sebagai peserta seminar. 

Kegiatan diawali dengan laporan Kepala LLD UNPAM, Dr Nani Rusnaeni, yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas mahasiswa disabilitas dalam komunikasi publik dan advokasi hak.

“Mahasiswa disabilitas perlu didorong untuk mampu menyampaikan gagasan, memperjuangkan haknya, serta hadir sebagai agen perubahan di ruang publik,” ujar Nani dilansir kampus tersebut. 

Wakil Rektor III UNPAM, Dr Dameis Surya Anggara menegaskan komitmen universitas dalam mendorong pendidikan inklusif. “Kami berkomitmen untuk memastikan seluruh mahasiswa memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membekali mahasiswa disabilitas dengan keterampilan yang relevan,” katanya. 

Sebagai bagian penting dari kegiatan, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UNPAM dengan Koneksi Indonesia Inklusif, Seknas FITRA, dan Komisi Penyiaran Indonesia. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan program advokasi, peningkatan kapasitas, serta kampanye sosial yang inklusif dan berkelanjutan. 

Memasuki sesi utama, seminar menghadirkan narasumber internasional Prof Dato’ Ts Dr Ahmad Mujahid Ahmad Zaidi dari Kolej Antarabangsa Mighty Skills dan merupakan dosen dari Universiti Pertahanan Nasional Malaysia yang menyampaikan perspektif global terkait komunikasi publik dan advokasi hak disabilitas di era digital. 

Sementara sesi talkshow menghadirkan narasumber perempuan dari berbagai latar belakang profesional, yaitu Mimah Susanti (Komisioner KPI Pusat 2022–2025), Nadhifa Nurur Rahma (Koneksi Indonesia Inklusif), serta Betta Anugrah (Seknas FITRA). Acara dipandu oleh Afrianti Wulandari, kandidat doktor, dosen Universitas Pamulang, sebagai moderator. 

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa disabilitas serta peserta umum secara luring dan daring, dengan antusiasme tinggi terutama dalam sesi diskusi interaktif. 

Melalui kegiatan ini, Unpam menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, sekaligus mendorong peran aktif mahasiswa disabilitas dalam komunikasi publik, advokasi hak, dan kampanye sosial di tengah masyarakat. 

Lembaga Layanan Disabilitas (LLD) Universitas Pamulang, didirikan sejak 1 Agustus 2017. Tujuannya untuk mendukung mahasiswa penyandang disabilitas agar bisa kuliah dengan akses yang setara. LLD ini bukan sekadar formalitas, tapi benar-benar aktif, antara lain; Pendampingan akademik dan perkuliahan. Konseling dan bimbingan. Penyediaan alat bantu belajar. Relawan pendamping, juga pelatihan dan pengembangan skill mahasiswa difabel. Hingga tahun ini jumlah mahasiswa disabilitas lulusan dan yang aktif, hampir 100 orang. (MNZ/SP)

 

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya