Sijunjung, Sumbar

Kegiatan Pra Penilaian Kampung Baru Jadi Geopark Ranah Minang Silokek Menuju UNESCO Global Geopark Disambut Antusias

Agenda Rabu, 15 Juli 2026 - 19:58 WIB  |    Reporter : Maisha NZ dan Syahra NS   Redaktur : Fithriady Syam  
Kegiatan Pra Penilaian Kampung Baru Jadi Geopark Ranah Minang Silokek Menuju UNESCO Global Geopark Disambut Antusias

Pemdes Desa Kampung Baru Kabupaten Sijunjung bersama tim KNGI, Dinas Pariwisata Nasional dan Provinsi, hingga lembaga terkait terlihat bersemangat mensukseskan bersama kegiatan Pra-asesmen Geopark Ranah Minang Silokek menuju UNESCO Global Geopark Rabu, (15/7/2026). (DOK MHS KKN UNP 2026/MNZ)

SUMBAR (ruangdisabilitas.com) – Satu terobosan dan inovasi dilakukan Pemerintahan Desa Kampung Baru, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Dirancang bersama Tim Komite Nasional Geopark Indonesia (KNGI), Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP) 2026, dan siswa-siswa SDN 08 dan SDN 02, sama-sama menghadiri pra-asesmen (pra penilaian) Geopark Ranah Minang Silokek menuju UNESCO Global Geopark.

Pemdes Desa Kampung Baru Kabupaten Sijunjung bersama tim KNGI, Dinas Pariwisata Nasional dan Provinsi, hingga lembaga terkait terlihat bersemangat mensukseskan bersama kegiatan Pra-asesmen Geopark Ranah Minang Silokek menuju UNESCO Global Geopark Rabu, (15/7/2026).

Disambut antusias masyarakat, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kadis Parpora Sijunjung, Perkim LH Sijunjung, GM Geopark Silokek, dan rombongan Pemerintah Kecamatan Kupitan. Kedatangan tim disambut hangat oleh Kepala Desa Kampung Baru, Jalnibus, SPd, MM, NLP

“Kami berterima kasih, menyambut dengan hangat dan hormat kepada tim KNGI dan rombongan ini. Kunjungan Pra-asesmen Geopark Ranah Minang Silokek menuju UNESCO Global Geopark ini kami sambut dengan baik. Melalui kunjungan pra-asesmen ini, kami berharap mendapatkan umpan balik positif dari tim sehingga dapat mempersiapkan diri lagi pada kegiatan asesmen mendatang,” katanya. 

Menariknya lagi, kegiatan ini diapresiasi banyak pihak. Harapannya, Pemerintah Desa Kampung Baru bersama masyarakat, Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), dan mahasiswa KKN UNP 2026 bersinergi untuk menyukseskan kunjungan lapangan.

Tidak hanya menampilkan pemandangan Bukit Ponggang yang asri dan bersih, tim pra-asesmen juga disuguhi berbagai hidangan khas seperti Kopi Kawa Daun, Katan Pisang, dan Aia Aka. Berikutnya, Pemdes menampilkan kegiatan budaya Marinai yaitu tradisi lisan berupa nyanyian atau senandung yang didendang saat bekerja di ladang atau acara adat tertentu yang telah menjadi Warisan Budaya Tak Benda (WBTb) Desa Kampung Baru.

Lebih jauh, Kades Kampung Baru juga turut mengisahkan sejarah Bukit Ponggang yang diperkirakan sudah ada sejak abad 17 dan 18 kepada undangan yang hadir.

‘’Bukit ini tersusun atas batuan kapur yang usianya sangat tua. Di sana juga ditanami berbagai Bunga Krokot atau Bunga Pukul 9. Di sini juga ada tradisi Bakaua Adat juga dilakukan kembali di bukit ini dengan melakukan penyembelihan kerbau betina,’’ lanjutnya dengan seksama.

Dalam pada itu, Ketua Tim Verifikasi Geopark Nasional, Prof Mega Fatimah Rosana, menyambut baik kegiatan ini.

“Saya sangat berterima kasih atas sambutan serta hidangan yang telah disajikan. Bukit Ponggang yang tersusun dari batu-batu kapur yang tentu usianya sudah jutaan tahun ini, tentunya akan menjadi warisan budaya yang patut kita lestarikan,” ujaranya.

Seirama dengan itu, Manajer Geopark Silokek, Ridwan menyebut kegiatan pra-asesmen hari ini disambut baik oleh seluruh perangkat desa dan masyarakat.

‘’Kami akan mempersiapkan lokasi, terkhususnya mensterilkan lokasi Bukit Ponggang sehingga asesmen yang dilakukan oleh asesor-asesor professional 20 Agustus mendatang dapat dilakukan secara efektif dan efisien,’’ ujar pria yang selalu disapa Akang ini. (MNA/SNS)

  

Laporan : Maisha NZ dan Syahra NS
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya