- Home
- Informasi Publik
- Fasilitas Ramah Perempuan dan Disabilitas Mulai Ditingkatkan PT KAI Sumatera Barat
Sumatera Barat
Fasilitas Ramah Perempuan dan Disabilitas Mulai Ditingkatkan PT KAI Sumatera Barat
Bentuk layanan inklusif bagi pelanggan berkebutuhan khusus atau disabilitas diakomodasi melalui penyediaan fasilitas kursi roda yang siap pakai di area stasiun. (DOK KAI SUMBAR/FS)
PADANG (ruangdisabilitas.com) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumatera Barat meningkatkan kualitas pelayanan publik pada penyediaan fasilitas yang ramah terhadap perempuan, anak-anak, serta penyandang disabilitas.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab di Padang, Selasa mengatakan penyediaan berbagai fasilitas penunjang tersebut dihadirkan secara merata mulai dari area pintu masuk stasiun, ruang tunggu penumpang, hingga fasilitas penunjang di dalam gerbong kereta api.
"Bentuk layanan bagi pelanggan perempuan diwujudkan melalui penyediaan ruang laktasi yang bersih, nyaman, dan higienis sebagai ruang privat bagi ibu yang menyusui buah hatinya di stasiun," katanya seperti dilansir ANTARA.
Ia mengatakan pihak manajemen juga menyediakan fasilitas toilet stasiun yang terpisah secara tegas antara laki-laki dan perempuan demi menjaga privasi dan memberikan rasa aman yang optimal bagi kaum wanita.
Bagi pelanggan yang bepergian membawa anak-anak, KAI Divre II Sumbar menghadirkan fasilitas area bermain (playground) yang aman dan menyenangkan di sejumlah stasiun tertentu.
Fasilitas area bermain tersebut berfungsi sebagai ruang aktivitas positif bagi anak-anak agar tidak merasa jenuh atau bosan saat menunggu jadwal keberangkatan kereta api," ujarnya.
Selain fasilitas fisik, layanan ramah anak juga diwujudkan melalui program perjalanan rombongan edukasi khusus untuk mengenalkan karakteristik transportasi massal kepada siswa sejak dini.
Sementara itu, bentuk layanan inklusif bagi pelanggan berkebutuhan khusus atau disabilitas diakomodasi melalui penyediaan fasilitas kursi roda yang siap pakai di area stasiun.
KAI juga memasang ubin pemandu (guiding block) di sepanjang lantai stasiun untuk mempermudah aksesibilitas dan mobilitas bagi para penyandang tunanetra.
Aksesibilitas tersebut diperkuat dengan pembuatan jalur prioritas khusus serta penyediaan toilet ramah disabilitas yang dirancang sesuai dengan standar kebutuhan pengguna kursi roda. (MNZ/ANT)








