Bengkulu
Teknologi Artificial Intelligence Dinilai Mampu Tingkatkan Kemandirian Penyandang Disabilitas
AI yang mendukung kebutuhan aksesibilitas, salah satunya Gemini. (DOK ISTIMEWA/INT)
BENGKULU (ruangdisabiltas.com) - Perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dinilai membuka lebih banyak peluang bagi penyandang disabilitas untuk beraktivitas secara mandiri. Berbagai fitur yang tersedia pada platform AI dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam mengakses informasi maupun berkomunikasi.
Difabel sensorik netra, Ramdah Tha'harah Al Iqram, saat dialog Bincang di RRI (Binder) mengatakan belum semua platform AI memiliki fitur yang ramah bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, saat ini baru beberapa AI yang mendukung kebutuhan aksesibilitas, salah satunya Gemini.
"Mungkin hanya beberapa AI saja yang suport misalnya Gemini," kata Ramdah. Ia menilai ketersediaan fitur aksesibilitas pada platform AI menjadi faktor penting agar teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh penyandang disabilitas.
Menurutnya, Gemini memiliki sejumlah fitur yang dapat membantu penyandang disabilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Fitur video, berbagi layar (screen sharing), dan kamera dinilai mampu memberikan kemudahan bagi penyandang tunanetra maupun penyandang tuli.
"Nah di Gemini itu kan ada fiturnya, fitur video, fitur berbagi layarnya, jadi fitur kameranya inilah yang bisa kita manfaatkan untuk teman-teman netra atau teman tuli, untuk bisa menerjemahkan bahasa isyarat karena kita menggunakan fitur videonya, jadi kenapa gak dimanfaatin." tuturnya. Menurut Ramdah, fitur tersebut dapat membantu penyandang tunanetra mengenali objek di sekitarnya, sementara penyandang tuli dapat memanfaatkannya untuk menerjemahkan bahasa isyarat saat berkomunikasi.
Ramdah menilai berbagai fitur tersebut seharusnya dimanfaatkan secara optimal karena mampu memberikan kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Teknologi yang terus berkembang, menurutnya, perlu dijadikan sarana untuk meningkatkan kemandirian serta memperluas akses penyandang disabilitas terhadap informasi dan komunikasi.
Ia berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang mulai mengenal dan memanfaatkan teknologi berbasis AI sesuai kebutuhannya. Selain itu, pengembang teknologi juga diharapkan terus menghadirkan inovasi yang lebih inklusif sehingga seluruh penyandang disabilitas dapat memperoleh manfaat yang setara dari perkembangan teknologi digital. (MNZ/SP)








