Pekanbaru

Gubernur Riau: Budi Pekerti Tumbuh dari Teladan, Guru Harus jadi Panutan

Agenda Minggu, 17 Agustus 2025 - 14:54 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Gubernur Riau: Budi Pekerti Tumbuh dari Teladan, Guru Harus jadi Panutan

Gubri Wahid berkesempatan meninjau dan membeli sejumlah produk karya siswa-siswi SMA, SMK dan SLB yang dijajakan di stan-stan bazar. (Dok Diskominfotik Riau)

RIAU (ruangdisabilitas.com) - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan karakter. Hal itu ia sampaikan saat menutup rangkaian kegiatan Semarak Pendidikan Provinsi Riau 2025 yang berlangsung di Mall Pekanbaru, Sabtu (16/8/2025).

Wahid menyebut bahwa budi pekerti lahir dari akhlak dan teladan yang baik. Menurutnya, seorang pemimpin maupun tenaga pendidik harus mampu menjadi contoh positif bagi para muridnya. 

“Budi pekerti lahir dari akhlak dan teladan. Maka kita sebagai pemimpin, terlebih guru dan kepala sekolah, harus bisa memberikan suri tauladan yang baik,” ujarnya.

Gubri mengibaratkan bahwa perilaku guru akan mempengaruhi perilaku murid secara langsung. Ia menyampaikan kiasan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari” yang bermakna murid biasanya akan melebihi gurunya. Menurutnya, jika guru mengajarkan hal yang tidak benar atau memberikan contoh yang buruk, maka tidak perlu terkejut jika murid-muridnya berperilaku kurang baik.

Oleh karena itu, ia meminta para guru, terutama kepala sekolah, agar menjadi cerminan yang baik bagi diri sendiri dan generasi muda. Wahid menekankan bahwa nilai-nilai yang ditanamkan hari ini akan menjadi fondasi perilaku masyarakat 10 hingga 20 tahun ke depan.

“Ajarlah dan didiklah anak-anak kita dengan baik, tulus, dan ikhlas. Keikhlasan dan ketulusan itu sangat dibutuhkan dalam diri seorang tenaga pendidik,” tegasnya.

Terakhir orang nomor satu di Provinsi Riau itu mengajak seluruh tenaga pendidik dan masyarakat untuk bersama-sama berjuang meningkatkan kualitas pendidikan di Riau. 

“Selain itu, edukasi yg tak kalah penting adalah menanamkan budi pekerti dan tata krama pada anak-anak kita. Mari bersama-sama berjuang agar pendidikan di Riau dapat bersaing,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid mengajak seluruh elemen pendidikan untuk terus mendorong kreativitas dan keterampilan siswa agar mampu bersaing di era globalisasi. Ia mengatakan, Semarak Pendidikan bukan sekadar ajang tahunan, melainkan momentum yang memiliki makna dan arti mendalam bagi perkembangan pendidikan anak-anak dan generasi muda.

“Pendidikan anak-anak kita akan berkualitas, jika didorong dengan kreativitas dan inovasi. Anak-anak harus diasah skill-nya supaya mereka bisa bersaing, bertahan, dan bertanding melawan globalisasi di masa depan. karena hari ini belum tentu sama dengan hari esok,” katanya. Sabtu, (16/8/2025). 

Menurutnya, tantangan di era sekarang jauh lebih kompleks dibandingkan masa lalu. Karena itu, anak-anak dan generasi muda perlu dibiasakan berpikir untuk terus berkembang dan beradaptasi.

Ia menekankan bahwa sekolah harus menjadi ruang yang mendorong kreativitas dan inovasi, karena tanpa kedua hal tersebut masyarakat akan tertinggal. Pendidikan, menurutnya, perlu mempersiapkan anak-anak agar siap menghadapi perubahan zaman.

“Di era globalisasi seperti sekarang ini, generasi muda dituntut untuk selalu berfikir, bermutasi dan berkembang. Persaingan pendidikan itu bukan hanya pengetahuan tapi juga keterampilan atau skill,” terang Wahid. 

Didampingi sang istri, Wahid berkesempatan meninjau dan membeli sejumlah produk karya siswa-siswi SMA, SMK dan SLB yang dijajakan di stan-stan bazar yang ada di sana. Orang nomor satu di Provinsi Riau itu mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Riau tersebut. 

“Menurut saya kegiatan ini sangat bagus untuk mengenalkan produk-produk kerajinan siswa-siswi yang selama ini sudah berinovasi dan berkreasi. Produk-produk tersebut harus bisa masuk di pasar modern,” kata Wahid. 

Ia menilai, kualitas karya yang ditampilkan menunjukkan bahwa generasi muda Riau saat ini telah berkembang pesat dan pemerintah hadir untuk mendukung hal itu. 

“Ini menunjukkan generasi muda Riau sudah naik kelas. Kreativitas mereka luar biasa, dan harus kita dukung. Insyallah, jika talenta ini terus diasah dan dikembangkan, mereka akan menjadi orang-orang yang unggul,” tutupnya. (Muthia/MCR)

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya