Pekanbaru, Riau
2.000 Siswa Ramaikan Hari Anak Nasional 2025, Walikota Pekanbaru Luncurkan Aplikasi Emerald
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, hadir bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar dan Ketua TP PKK Sulastri Agung. Ia menyampaikan kegembiraannya melihat antusiasme anak-anak. (Dok Pemko Pekanbaru)
PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) - Peringatan Hari Anak Nasional 2025 di Pekanbaru berlangsung meriah. Sekitar 2.000 anak TK memenuhi Jalan Gajah Mada, Sabtu (23/8/2025), dengan berbagai kegiatan mulai dari senam ceria, pawai, hingga sepeda hias.
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho, hadir bersama Wakil Wali Kota Markarius Anwar dan Ketua TP PKK Sulastri Agung. Ia menyampaikan kegembiraannya melihat antusiasme anak-anak.
“Hari ini luar biasa, ribuan anak TK berkumpul di Jalan Gajah Mada. Ini menjadi kesempatan menanamkan semangat kemerdekaan sejak dini,” kata Agung.
Dalam rangkaian acara tersebut, Pemerintah Kota Pekanbaru meluncurkan aplikasi Emerald (Etno Parenting Melayu Riau Asas Digital Device). Aplikasi ini dirancang untuk membantu orang tua dan guru mendidik anak dengan pendekatan berbasis budaya lokal.
Agung berharap peluncuran aplikasi ini memberi manfaat luas bagi pendidikan anak-anak.
“Mudah-mudahan anak-anak senang, sehat, dan semakin bersemangat menyongsong kemerdekaan ke-80,” ujarnya.
Ribuan anak taman kanak-kanak (TK) memadati Jalan Gajah Mada dalam peringatan Hari Anak Nasional tersebut. Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho hadir bersama istri, Wakil Wali Kota Markarius Anwar beserta istri.
"Hari ini luar biasa, hampir 2.000 anak TK berkumpul di Jalan Gajah Mada. Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya menumbuhkan keceriaan, tetapi juga semangat kebangsaan sejak dini," kata Agung Nugroho.
Rangkaian kegiatan yang digelar mencakup pawai, karnaval sepeda hias, hingga senam bersama. Diharapkan, momentum ini dapat berlangsung lancar serta membawa kebahagiaan bagi anak-anak.
Pemko Pekanbaru berkomitmen dalam menyukseskan program wajib belajar 13 tahun. Saat ini masih terdapat sekitar 1.400 anak di Pekanbaru yang putus sekolah.
"Kami sudah membuat gerakan berburu atau sweeping anak putus sekolah. Harapannya, Pekanbaru bisa mencapai target zero putus sekolah, bahkan sejak tingkat TK tahun ini," tutur Agung.
Untuk mewujudkan hal itu, Pemko Pekanbaru akan bekerja sama dengan kader posyandu dalam mendukung anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mengenyam pendidikan. Sebab, anak-anak ini adalah calon pemimpin masa depan.
"Semoga mereka tumbuh sehat, bahagia, dan kelak menjadi generasi terbaik bangsa," paparnya.
Aplikasi Parenting Digital Emerald yang diharapkan menjadi sarana edukasi bagi orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak. (Maisha NZ/SP)











