Lampung
Wagub Lampung Jihan Minta Pelayanan Disabilitas dan Sosial Harus Jangkau Lapisan Masyarakat di Pelosok
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, saat menghadiri kegiatan Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat (Yansos Jejama) 2026 di Aula Kantor Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat. (DOK PEMPROV LAMPUNG/FS)
LAMPUNG (ruangdisabilitas.com) – Perhatian kepada kesetaraan penyandang disabilitas kina tampak. Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan pemerataan pelayanan sosial dan pemenuhan hak penyandang disabilitas harus menjadi perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pelayanan publik, menurutnya, tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi harus menjangkau masyarakat hingga pelosok daerah.
Hal tersebut disampaikan Jihan saat menghadiri kegiatan Pelayanan Sosial Jejaring Masyarakat (Yansos Jejama) 2026 di Aula Kantor Pekon Biha, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Senin 2 November 2026.
Jihan mengatakan, Yansos Jejama menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial.
Menurutnya, keberagaman wilayah dan karakteristik masyarakat di Kabupaten Pesisir Barat menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan akses pelayanan. Karena itu, masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan harus tetap memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan layanan.
"Semangat yang ingin kita bangun melalui Yansos Jejama adalah pelayanan yang mendekat kepada masyarakat, menyentuh kebutuhan nyata, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung," ujar Jihan.
Selain pemerataan pelayanan, Jihan menyoroti pentingnya kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki potensi dan kemampuan untuk berkembang sehingga harus mendapatkan kesempatan yang sama dalam berbagai aspek kehidupan.
Kesetaraan tersebut mencakup akses pendidikan, pelayanan kesehatan, pekerjaan, hingga kesempatan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia menilai, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pembangunan infrastruktur maupun pertumbuhan ekonomi. Namun, juga harus dilihat dari sejauh mana masyarakat mendapatkan kehidupan yang layak, pelayanan yang baik, serta kesempatan untuk mengembangkan diri.
Karena itu, Jihan mendorong pembangunan sosial menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah agar seluruh masyarakat di Provinsi Lampung dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata.
Ia juga mengingatkan agar Yansos Jejama tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi gerakan kepedulian sosial yang berkelanjutan.
"Yansos Jejama tidak boleh berhenti sebagai sebuah kegiatan hari ini. Saya ingin semangatnya terus hidup. Hidup di desa-desa, hidup di sekolah-sekolah, hidup di lingkungan kerja, dan hidup di tengah keluarga," ungkapnya.
Untuk memperkuat gerakan tersebut, Jihan mengajak pemerintah, organisasi sosial, dunia usaha, perguruan tinggi, media, hingga komunitas agar membangun kolaborasi dalam memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula manfaat yang dapat dihadirkan sehingga tidak ada masyarakat yang merasa sendiri ketika menghadapi keterbatasan maupun persoalan sosial.
Dalam kegiatan tersebut, turut diserahkan bantuan sosial berupa lima unit kursi roda, lima unit tongkat kruk, lima unit tongkat netra, lima unit tongkat kaki tiga, serta 100 paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat. (MNZ/RRI)









