Siak, Riau

Siak Peduli Disabilitas, Bupati Afni Tepati Janji Bantu Yuda Miliki Kaki Palsu

Daerah Sabtu, 27 September 2025 - 20:48 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Siak Peduli Disabilitas, Bupati Afni Tepati Janji Bantu Yuda Miliki Kaki Palsu

Bantuan itu bukan sekadar angka dalam anggaran, tapi wujud dari janji yang pernah terucap. (Dok Diskominfotik Siak)

SIAK (ruangdisabilitas.com) – Patut diapresiasi. Senyum malu-malu Yuda Prawira, siswa kelas 4 SDN 004 Bungaraya, ketika Bupati Siak Afni Zulkifli dan perwakilan Baznas Kabupaten Siak mendekatinya di Rumah Dinas Bupati, Sabtu (27/9/2025). Di tangannya, sebuah harapan lama akhirnya terwujud, sepasang kaki palsu senilai Rp16 juta yang ia terima melalui program Siak Peduli.

Bantuan itu bukan sekadar angka dalam anggaran, tapi wujud dari janji yang pernah terucap. Saat masa kampanye, Bupati Afni pernah bertemu langsung dengan Yuda, seorang anak yang tetap semangat sekolah meski kehilangan satu kakinya akibat kecelakaan beberapa tahun lalu.

“Saya ingat benar, waktu itu saya berjanji. Kalau saya dipercaya jadi bupati, saya akan bantu Yuda mendapatkan kaki palsu. Hari ini, Alhamdulillah, janji itu bisa saya tunaikan,” ujar Bupati Afni dalam sesi audiensi bersama Baznas, yang berlangsung dalam agenda Rumah Rakyat.

Momen itu menjadi lebih dari sekadar penyerahan bantuan. Ia adalah kisah kecil yang menggambarkan peran nyata pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan warganya, terutama mereka yang berada di garis rentan.

Rumah Rakyat, yang awalnya hanya dirancang sebagai forum silaturahmi, kini menjelma ruang penyambung aspirasi. Tak hanya menjadi tempat curhat warga, tapi juga jembatan antara keluhan dan kebijakan, antara harapan dan realisasi.

“Bagi kami di Baznas, ini bukti kolaborasi yang nyata. Program Siak Peduli memang dirancang untuk membantu warga yang membutuhkan, dan kami senang bisa ambil bagian dalam mengubah hidup Yuda,” kata salah satu pengurus Baznas Siak.

Meski Yuda belum banyak bicara, matanya berbinar. Ia kini bisa melangkah lebih percaya diri. Tak lagi bergantung pada tongkat atau duduk diam di sudut kelas. Kaki palsu itu mungkin benda sederhana bagi sebagian orang, tapi bagi Yuda, itu adalah simbol keberanian, kepedulian, dan komitmen seorang pemimpin kepada warganya.

Bagi Bupati Afni, ini bukan akhir, tapi awal dari komitmen-komitmen lain yang mesti ditepati. “Saya percaya, jika satu anak tersenyum karena kebijakan kita, maka kita sedang berjalan di jalur yang benar,” ujarnya.

Rumah Rakyat akan terus digelar. Tapi bagi Yuda, rumah rakyat hari itu adalah rumah harapan, tempat di mana janji tak cuma diucap, tapi ditepati. (MNZ/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya