Pekanbaru

Kondisi Korban Kekerasan Mahasiswi UIN Suska Mulai Stabil, Polisi Segel Ruang Kuliah

Informasi Publik Jumat, 27 Februari 2026 - 15:46 WIB  |    Reporter : Muthia NA   Redaktur : Fithriady Syam  
Kondisi Korban Kekerasan Mahasiswi UIN Suska Mulai Stabil, Polisi Segel Ruang Kuliah

dr Nadia menjelaskan, proses pemulihan sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental korban sendiri. Saat ini Farradhilla sudah mulai sadar penuh. (Foto Istimewa)

PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) – Banyak pihak yang prihatin dengan kejadi pembacokan mahasiswi kampus UIN Suska Riau. Kondisi Farradhilla Ayu Pramesti (23), korban pembacokan di lingkungan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN) Suska Riau, mulai membaik usai menjalani operasi.

Dokter jaga ruangan RSUD Arifin Achmad, dr Nadia, mengatakan korban telah menjalani operasi pada bagian tangan dan bahu.

"Kemarin sudah menjalani operasi pada bagian tangan dan bahu. Saat ini kondisi Farradhilla stabil," ujar dr Nadia kepada media, Jumat (27/2/2026).

dr Nadia menjelaskan, proses pemulihan sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental korban sendiri. Saat ini Farradhilla sudah mulai sadar penuh.

"Kesadarannya sudah mulai sepenuhnya. Jika diajak berbicara ada respons dengan pergerakan mata atau bibir, namun belum bisa berbicara normal," jelasnya.

Ditambahkan dr Nadia, saat ini tim medis masih terus melakukan pemantauan intensif untuk memastikan kondisi korban semakin membaik pasca operasi.

Kondisi Farradhillapun dipantau langsung Kapolresta Pekanbaru Pol Muharman Arta dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad.

Polisi Segel Ruang Fakultas Hukum UIN

Aparat kepolisian menyegel ruang ujian munaqasah di Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang menjadi lokasi pembacokan terhadap seorang mahasiswi, Kamis (26/2/2026) kemarin. 

Penyegelan dilakukan setelah penyidik bersama Tim Identifikasi atau INAFIS Polresta Pekanbaru menyelesaikan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Pintu ruangan yang berada di lantai dua gedung fakultas tersebut tampak diikat menggunakan garis polisi (police line) untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. 

Langkah ini dilakukan guna menjaga keutuhan lokasi kejadian sekaligus mengamankan kemungkinan barang bukti yang masih diperlukan dalam proses penyidikan. 

Dari pantauan di lokasi, aktivitas perkuliahan di sekitar area tetap berjalan, namun ruang munaqasah yang menjadi TKP ditutup dan tidak diperbolehkan dimasuki oleh pihak yang tidak berkepentingan. 

Seperti diketahui, peristiwa pembacokan terjadi saat korban sedang sendirian di dalam ruangan sambil menunggu jadwal ujian. Pelaku yang merupakan rekan satu fakultas diduga masuk ke ruangan dan melakukan penyerangan menggunakan kapak. 

Pelaku yang diketahui berinisial R juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Binawidya. 

"Tersangka sudah kami tahan di Polsek Binawidya," ujar Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah. 

Sementara itu, korban bernama Farra yang mengalami luka bacok di bagian kepala dan tangan masih menjalani perawatan di RSUD Arifin Achmad. (MNA/SP)

 

Laporan : Muthia NA
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya