Provinsi Riau

Terima Wakaf Al-Qur’an KWQ, Universitas Hang Tuah Pekanbaru Sebut Akan Gesa Program Tahfidz

Informasi Publik Jumat, 10 April 2026 - 10:25 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Terima Wakaf Al-Qur’an KWQ, Universitas Hang Tuah Pekanbaru Sebut Akan Gesa Program Tahfidz

UHTP berterimakasih dan tergugah untuk menggesa penyiapan program Tahfidz, termasuk pemberian beasiswa, bagi mahasiwanya yang berminat jadi hafidz/zah. (HUMASKWQ/FSY)

PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) – Komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) membagikan 7 mushaf Al-Qur’an untuk mahasiswa Tahfidz Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP). Pihak UHTP berterimakasih dan tergugah untuk menggesa penyiapan program Tahfidz, termasuk pemberian beasiswa, bagi mahasiwanya yang berminat jadi hafidz/zah.

Penyerahan wakaf Al-Qur’an dari KWQ yang bersumber dari sejumlah kalangan itu dilakukan langsung  Pimpinan KWQ A. Z. Fachri Yasin bersama tim di ruang rapat Rektorat UHTP di Jalan Mustafa Sari Pekanbaru, Kamis (9/04/2026). Pihak UHTP diwakili Dekan Fakultas Kesehatan Ns. Abdurrahman Hamid, M.Kep., Sp.Kep yang didampingi beberapa dosen dan staf serta para mahasiswa penerima.

Pemberian wakaf mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari komunitas KWQ kepada mahasiswa UHTP yang telah mendedikasikan waktunya membersamai Al-Qur’an hingga memiliki hafalan minimal 2 juz.

Pimpinan KWQ menjelaskan bahwa mushaf tersebut bukan wakaf dari KWQ, melainkan amanah para pewakaf yang berasal dari berbagai kalangan. Nama mereka tertera di sampul mushaf, tapi ada juga yang berwakaf atas nama orang tua, istri dan keluarga, termasuk yang sudah almarhum, atau bahkan hanya ditulis hamba Allah.

Seperti halnya 7 mushaf yang dibagikan hari ini untuk mahasiswa UHTP, tertera nama pewakaf, atas nama: Yuliatmi, Aysha Rachmi RM dan Putri Mardika RM. Harapan pewakaf sendiri sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka.

Terkait keberadaan KWQ yang dipimpinnya, Fachri Yasin mengatakan bukanlah yayasan atau perkumpulan yang berbadan hukum, melainkan hanya berupa komunitas dengan sejumlah kecil anggota sebagai penggerak.

“Jadi kita hanya menghimpun dan menyalurkan dari para pewakaf, dari pejabat, pengusaha hingga dosen dan mahasiswa. Alhamdulilah sejak Medio Juni 2022 telah diamanahkan 4.888 Al-Qur’an dari ratusan pewakaf untuk diberikan kepada Tahfidz. Kenapa bisa, karena ada keyakinan dan ridha Allah Swt. Tolong juga doakan kami istiqamah menjalankan amanah ini,” paparnya.

Ribuan Al-Qur’an yang dihimpun dari para pewakaf itu telah disalurkan dan dibagikan langsung kepada pelajar Tahfidz yang memiliki hafalan minimal 2 juz. Mulai dari kalangan siswa SD-SMA di sekolah/madrasah negeri dan swasta, pondok pesantren hingga mahasiswa di sejumlah perguruan tinggi di Riau.

Pimpinan KWQ menyarankan kepada pihak UHTP untuk membuka program Tahfidz sebagai wadah pembinaan karakter spiritual mahasiswa untuk penanaman ilmu agama, adab dan etika Islam, sebagaimana sudah dilakukan perguruan tinggi yang ada. Terlebih kampus ini menggunakan nama pahlawan bangsa Melayu yang identik dengan Islam.

“Ada hasil penelitian ilmiah yang menyebutkan bahwa mereka yang sering membaca dan menghafal Al-Qur’an lebih encer otaknya atau pintar, serta akhlak yang baik, disamping banyak kelebihan lainnya,” kata Fachri Yasin.

Gesa Program Tahfidz

Dekan Fakultas Kesehatan UHTP Ns. Abdurrahman Hamid mengucapkan terima kasih dan rasa syukurnya atas pemberian wakaf Al-Qur’an kepada sejumlah mahasiswanya. Ia juga mengapresiasi dan mendukung program komunitas KWQ dalam membantu memfasilitasi pelajar dan mahasiswa yang sedang berjuang menghafal Al-Quran hingga 30 juz di Provinsi Riau.

“Dengan adanya kegiatan ini, kami juga merasa tergugah untuk segera menyiapkan program Tahfidz yang sedang disusun, termasuk pemberian beasiswa, bagi mahasiswa yang berminat jadi hafidz/zah,” katanya, setelah lebih dulu menyampaikan permohonan maaf dan salam dari Rektor UHTP saat  Assoc. Prof. Ns. Lita, M.Kep., Ph.D dan Wakil Rektor III Ahmad Satria Effendi, SKM., M.Kes yang tak bisa hadir karena ada agenda kegiatan di luar kampus.

Abdurrahman menyebut pihak UHTP sendiri sejak jauh hari sudah menyadari penting dan perlunya program Tahfidz sebagai wadah peningkatan pengetahuan agama dan penguatan akidah guna membentengi mahasiswa muslim dari pengaruh buruk teknologi dan informasi yang berkembang pesat.   

“Memang benar, kami mesti menjaga dan membangun branding kampus sesuai dengan reputasi Hang Tuah yang sudah dikenal luas masyarakat Riau. Makanya kedepan, selain tetap komitmen dengan di bidang kesehatan, kampus kita juga disiapkan berkiprah di bidang lainnya, termasuk agama,” ujarnya.

Tidak sebatas menyalurkan wakaf  Al-Qur’an, seperti biasa Pimpinan Komunitas KWQ A. Z Fachri Yasin memanfaatkan momentum tersebut untuk memberi pencerahan dan memotivasi mahasiswa agar terus giat belajar dan menimba ilmu hingga ke jenjang tertinggi. Dengan suara lantang dan gaya khasnya ia memicu semangat mereka melalui interaksi dan dialog.

Akademisi senior Riau yang sudah berusia 72 ini menggali fikiran dan membangkitkan tekad para mahasiswa melalui tanya jawab terkait kelanjutan pendidikan dan cita-cita. Kadang diselingi celetukan atau guyonan yang membuat suasana cair dan akrab.

Para mahasiswa yang sebagian besari dari Fakultas Kesehatan itu cukup antusias dan merespons berbagai pertanyaan yang dilontarkan Pimpinan KWQ. Seperti ketika ditanya siapa yang mau melanjutkan S2 hingga S3, cukup banyak yang angkat tangan. Ada yang tetap di UHTP, ada juga yang ke luar negeri, dengan masing-masing alasan dan pertimbangan .

Demikian juga ketika ditanya tentang cita-cita, para mahasiswa tampak menjawab dengan spontan dan percaya diri. Ada yang ingin jadi dosen, perawat hingga pengusaha. Mereka juga memberikan alasan dan pertimbangan kenapa memilih profesi tersebut.

Saat berinteraksi dengan para mahasiswa, Fachri Yasin menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci kesuksesan dan mewujudkan cita-cita dalam kehidupan.  Dimulai dengan niat atau keinginan hingga tertanam tekad dalam diri, baru kemudian diupayakan dan diperjuangkan.

Kegiatan penyerahan wakaf Al-Qur’an dengan pembagian langsung kepada masing-masing mahasiswa dilakukan bersama-sama. Para mahasiswa tampak sumringah dan terharu saat menerima mushaf baru gratis tersebut. Acara pun diakhiri dengan foto bersama.

Sebagai informasi tambahan, penyaluran wakaf Al-Qur’an oleh komunitas KWQ terus berlanjut di beberapa kampus lainnya. Diagendakan, Jumat (10/06/2026): penyerahan 51 Al-Qur’an di Universitas Lancang Kuning (Unilak), Selasa (14/06/2026): penyerahan 79 Al-Qur’an di Universitas Islam Riau (UIR). (MNZ/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya