Siak Sriindrapura, Riau

Hasil Karya Dipraktikan, Meledak Hingga Tewaskan Satu Pelajar di Siak

Pendidikan Kamis, 09 April 2026 - 10:37 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Hasil Karya Dipraktikan, Meledak Hingga Tewaskan Satu Pelajar di Siak

Seorang pelajar di Sains Tahfizh Islamic Center Siak berinisial MAA (15) meninggal dunia saat mengikuti ujian praktik sains, Rabu (8/4/2026). (Dok Riauaktual.com)

SIAK (ruangdisabilitas.com) - Musibah terjadi lagi di satuan pendidikan. Seorang pelajar di Sains Tahfizh Islamic Center Siak berinisial MAA (15) meninggal dunia saat mengikuti ujian praktik sains, Rabu (8/4/2026). Korban tewas setelah senapan rakitan berbasis 3D yang diperagakannya meledak.

Kasat Reskrim Polres Siak, AKP Dr Raja Kosmos, mengatakan peristiwa itu terjadi di lapangan upacara SMP Islamic Center, Kelurahan Kampung Rempak, Kecamatan Siak.

Saat itu, siswa kelas IX tengah melaksanakan ujian praktik dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok berisi sembilan orang yang menampilkan hasil karya sains mereka.

"Ketika giliran kelompok korban, yang bersangkutan meminta teman-temannya menjauh karena akan memperagakan senapan rakitan yang dibuatnya," ujar Kosmos.

Korban kemudian mengambil posisi dan melakukan percobaan penembakan menggunakan senapan tersebut. Namun, saat digunakan, alat itu justru meledak.

"Terjadi ledakan cukup keras disertai asap dari senapan rakitan tersebut," jelasnya.

Ledakan menyebabkan pecahan alat berhamburan hingga mengenai bagian aula sekolah dan dinding kelas. Korban mengalami luka serius di bagian kepala.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Siak untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

"Korban dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit," tambah Kosmos.

Saat ini, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan lebih lanjut.

Sejumlah barang bukti berupa komponen senapan rakitan seperti plastik, potongan besi, dan bubuk hitam telah diamankan dan dikirim ke Laboratorium Forensik Polda Riau.

"Kami masih mendalami apakah ada unsur kelalaian atau faktor lain dalam kejadian ini. Kami juga mengimbau agar tidak ada spekulasi yang tidak benar," tutupnya. (MNZ/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya