Nasional

Prestasi Gemilang, Siswa Disabilitas Menangkan 7 Perak di Kompetisi Tata Boga Dunia

Nasional Senin, 11 Agustus 2025 - 19:53 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Prestasi Gemilang, Siswa Disabilitas Menangkan 7 Perak di Kompetisi Tata Boga Dunia

Siswa disabilitas menorehkan prestasi gemilang dengan memboyong tujuh medali perak dan satu medali perunggu pada ajang tata boga internasional The 14th Salon Culinaire 2025 yang digelar di Jakarta, 25 Juli 2025. (Dok. Kemendikdasmen)

Jakarta (ruangdisabilitas.com) - Keterbatasan tak menjadi penghalang untuk mengukir prestasi hingga kancah dunia. Delapan siswa disabilitas atau berkebutuhan khusus dari berbagai daerah di Indonesia berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang tata boga internasional The 14th Salon Culinaire 2025.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) mengumumkan bahwa dari delapan peserta, tujuh siswa sukses meraih medali perak, sementara satu siswa lainnya membawa pulang medali perunggu sekaligus penghargaan The Highest Score - Class 01 Fondant Cake Figures.

Dari delapan murid yang ikut ajang tersebut, tujuh anak berhasil mendapatkan medali perak. Satu anak lainnya meraih medali perunggu dan Penghargaan The Highest Score - Class 01 Fondant Cake Figures. Tujuh medali perak masing-masing diraih oleh Mawaddah Warahmah dari SLB Negeri Kandangan Kab. Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan; Desta Fais Kurniawandari SLB Harmoni, Kab. Sidoarjo, Jawa Timur; Rizki Ramadan dari SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan, SH Jambi, Kota Jambi; Roainun dari SLB Negeri Pangeran Cakrabuana Kab. Cirebon, Jawa Barat; Faracya Kaila dari SLB Negeri Pembina Palembang, Sumatera Selatan; Hepi Vania Zendrato SLB Negeri 1 Padang, Sumatera Barat; dan I Made Ardika dari SLB Negeri 1 Badung, Bali.

Sementara itu, medali perunggu dan penghargaan The Highest Score - Class 01 Fondant Cake Figures diraih oleh Mawaddah Warahmah, dan medali perunggu diraih oleh Diandra Ratih Livya (SLB Negeri 1 Bantul, DI Yogyakarta).

“Selamat atas prestasi yang diraih. Semoga ini menjadi inspirasi bagi anak-anak Indonesia,” ujar Kepala Puspresnas Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, Selasa (29/7/2025). Ia juga mengapresiasi peran guru pembina dan pendamping yang telah membimbing siswa hingga berhasil di ajang internasional ini. Prestasi tersebut nantinya akan tercatat di Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMT) sebagai bagian dari pangkalan data talenta nasional.

Sebelum berlaga, para peserta mengikuti pembinaan tiga tahap yang diselenggarakan Puspresnas. Ucu Sawitri, Koordinator Pembina, mengungkapkan bahwa seluruh siswa memiliki kompetensi yang mumpuni dan mampu bersaing dengan chef profesional, siswa perhotelan, dan pelaku industri kuliner. “Selain prestasi, mereka juga mendapat pengalaman berharga,” ujarnya.

Sejumlah kisah perjuangan pun mengiringi pencapaian ini. Mawaddah Warahmah, misalnya, harus menempuh perjalanan empat jam menuju bandara, berasal dari keluarga kurang mampu, dengan ayah bekerja serabutan dan ibu sebagai buruh tani. “Dukungan orang tuanya luar biasa,” ungkap guru pendamping, Fitria Nuraini Herawati. Mawaddah mengaku sangat bahagia atas prestasi yang diraih.

Kisah serupa datang dari Rizki Ramadan, yang harus tinggal di asrama karena jarak sekolah ke rumah memakan waktu empat jam. Guru pendampingnya, Gustira Mayasari, menyampaikan rasa syukur dan harapan agar prestasi ini dapat mengangkat derajat keluarganya.

The 14th Salon Culinaire digelar pada 22–25 Juli 2025 lalu di Jakarta International Expo (JIExpo), hasil kolaborasi Association of Culinary Professionals Indonesia, World Association of Chefs Societies, dan Indonesia Pastry Bakery Society. Kompetisi ini menantang peserta membuat dan menghias kue dalam waktu dua jam, menampilkan kreativitas dan keterampilan tata boga tingkat internasional. (Maisha/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya