Pekanbaru, Riau

HIDIMU dan Umri Nyatakan Kampus Ramah Disabilitas, Gelar Riau Difabel Fair 2025

Pendidikan Minggu, 14 September 2025 - 12:54 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
HIDIMU dan Umri Nyatakan Kampus Ramah Disabilitas, Gelar Riau Difabel Fair 2025

Dukungan terhadap kaum difabel merupakan kelanjutan dari misi membela kaum dhuafa. (Dok Universitas Muhamadiyah Riau)

PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) mengukir sejarah baru dengan mendeklarasikan diri sebagai Kampus Ramah Disabilitas dalam ajang Riau Difabel Fair 2025 bertajuk "Menuju Riau Masyarakat Inklusif: Prestasi dan Kreativitas Komunitas Disabilitas". 

Kegiatan ini digagas oleh Himpunan Disabilitas Muhammadiyah (HIDIMU) Wilayah Riau bekerja sama dengan Lembaga Dakwah dan Komunikasi Masyarakat (LDK) Pimpinan Provinsi (PW) Muhammadiyah Riau, bertempat di Lapangan Kampus Umri Utama, Sabtu (13/9/2025).

Sebanyak 167 peserta dari berbagai komunitas disabilitas turut ambil bagian dengan menampilkan kreativitas berupa tari, pameran UMKM, serta karya inspiratif dari sekolah luar biasa.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA., dan dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi VII Dapil Riau dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera H Hendry Munief, SEAk MBA, Pimpinan PW Muhammadiyah Riau Dr H Hendri Sayuti, MAg., beserta anggota PW Muhammadiyah Riau lainnya, para Pimpinan dan Anggota Majelis serta Pengurus di lingkungan PW Muhammadiyah Riau, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru Drs H Syahrul Mauludi, MA., Ketua HIDIMU Wilayah Riau Imamil Usni.

Dalam sambutannya, Ketua HIDIMU Wilayah Riau Imamil Usni, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Umri dan PW Muhammadiyah Riau yang telah mendukung penuh terselenggaranya acara ini.

“Atas nama teman-teman disabilitas, saya mengucapkan terima kasih atas dukungan luar biasa dari Universitas Muhammadiyah Riau dan PW Muhammadiyah Riau sehingga acara ini dapat terlaksana,” ujarnya dengan penuh semangat dan bahagia.

Di hadapan komunitas difabel dan para undangan, Rektor Umri Dr Saidul Amin, MA., menegaskan bahwa komitmen menjadikan Universitas Muhammadiyah Riau sebagai kampus ramah difabel merupakan bagian dari amanah ideologis Muhammadiyah, bukan sekadar seremoni belaka.

Dengan deklarasi ini, Umri tak hanya menegaskan dirinya sebagai kampus ramah disabilitas, tetapi juga menempatkan penghormatan terhadap disabilitas sebagai nilai Islam yang wajib dijalankan. Jika Nabi saja mengagungkan disabilitas, apalagi kita. Menjadikan Umri kampus ramah disabilitas bukan sekadar gengsi, melainkan tuntutan ideologis," tegasnya.

Lebih lanjut, beliau mengatakan bahwa Umri sedang membangun Menara Mahmud Marzuki, sebuah gedung perkuliahan baru yang dirancang inklusif dan ramah disabilitas. Beliau juga menekankan bahwa tahun 2025 akan menjadi momen istimewa karena Umri telah berhasil menerima mahasiswa baru terbanyak selama 17 tahun berdirinya kampus tersebut.

Sementara itu, Ketua PW Muhammadiyah Riau, Dr. Hendri Sayuti menegaskan, pembelaan Muhammadiyah terhadap kaum difabel merupakan kelanjutan dari misi membela kaum dhuafa.

Bagi Muhammadiyah, bukan sekadar inklusivitas, melainkan keberpihakan yang nyata. Fikih disabilitas lahir sebagai wujud komitmen tersebut. Untuk itu, kami mendorong agar masjid dan sarana pendidikan Muhammadiyah ke depannya dapat menjadi pusat pengembangan penyandang disabilitas. Dengan demikian, harkat dan martabat penyandang disabilitas akan semakin meningkat, jelasnya.

Hendri juga menekankan pentingnya peran wakaf sebagai instrumen pemberdayaan penyandang disabilitas. Menurutnya, masjid dan badan wakaf perlu dimobilisasi sebagai pusat pembinaan penyandang disabilitas di Riau.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pendayagunaan Wakaf PW Muhammadiyah Riau H Yuslim, SE MM., memaparkan sejumlah capaian wakaf Muhammadiyah Riau, mulai dari percepatan sertifikasi aset, penguatan 12 nazir kompeten, hingga integrasi sistem wakaf digital.

"Kami berharap semua pihak berpartisipasi aktif, berdiskusi, dan mencari solusi atas setiap permasalahan yang ada," ujarnya.

Selain pencanangan kampus ramah disabilitas, pada hari yang sama Umri juga menyelenggarakan dua agenda strategis Muhammadiyah lainnya, yaitu Rakerwil PW Badan Pemberdayaan Wakaf Muhammadiyah Riau bertema "Wakafmu Riau Maju: Sinergi, Inovasi, dan Transformasi" serta Seminar Majelis Tarjih dan Tajdid PW Muhammadiyah Riau yang mengusung tema "Memperkuat Ketarjihan dan Pemahaman Islam yang Maju". 

Dengan dicanangkannya sebagai Kampus Ramah Disabilitas dan ditunjuknya Umri sebagai tuan rumah penyelenggaraan tiga agenda besar PW Muhammadiyah Riau yang diselenggarakan secara bersamaan, semakin ditegaskan bahwa Umri tidak hanya berperan sebagai perguruan tinggi, tetapi juga rumah induk gerakan Persatuan Muhammadiyah di Riau dan semakin meneguhkan jati dirinya sebagai kampus dakwah dan peradaban yang konsisten menghadirkan transformasi sosial, keagamaan, dan kemanusiaan di Bumi Lancang Kuning. (MNZ/SP)

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya