- Home
- Pendidikan
- Wujud Peduli Disabilitas, Humaira Community Serahkan Anugerah Corak Batik SLB Terbaik se-Riau 2025
Provinsi Riau
Wujud Peduli Disabilitas, Humaira Community Serahkan Anugerah Corak Batik SLB Terbaik se-Riau 2025
Ketua Humaira Community Fiki Vindia menyerahkan salah satu kategori untuk peringatan Hari Disabilitas Internasional di Riau, kepada Kepsek SLBN Kuantan Singingi yang memiliki corak batik terbaik 2025. (Foto Dewandik Riau) (Dok Dewandik Riau)
RIAU (ruangdisabilitas.com) – Satu lagi bentuk kepedulian Humaira Community Pekanbaru. Lembaga sosial ini, saat helat puncak Anugerah Prestasi Istimewa yang digelar Dewan Pendidikan Riau bersempena peringatan Hari Disabilitas Internasional, menyerahkan piagam penghargaan di Balai Serindit Gedung Daerah Riau, Rabu (26/11/2025).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen komunitas dalam mendorong inklusi pendidikan dan pemberdayaan penyandang disabilitas di Provinsi Riau.
Baca Juga : Luar Biasa, Pendaftar Beasiswa Pemko Pekanbaru Capai 14.237 Orang
Penyerahan ini berlangsung khidmat dalam acara resmi dan dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Rau, tenaga pendidik, aktivis sosial, organisasi pemerhati disabilitas, serta 107 siswa disabilitas beprestasi se-Riau.
Ketua Dewan Pendidikan (Dewandik) Riau Prof Dr Junaidi menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi simbol penghormatan dan dukungan terhadap gerakan masyarakat yang memperjuangkan kesetaraan hak pendidikan.
“Humaira Community telah menunjukkan aksi nyata bahwa pendidikan inklusif bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan untuk semua. Kami ucapkan terima kasih atas kepedulian ini,” ujarnya.
Dewan Pendidikan Riau sangat gembira banyak lembaga pendidikan, komunitas, dan masyarakat secara bersama menciptakan lingkungan yang ramah, aksesibel, dan berkeadilan bagi semua anak bangsa.
Dalam ivent ini Humaira Community ikut menyerahkan apresiasi terhadap salah satu karya dan kreatifitas penyandang disabilitas yaitu membatik. Beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) di Riau, memiliki kegiatan tambahan membatik. Ini dimaksudkan memberikan ruang bagi mereka untuk selalu berkegiatan.
Pada anugerah kali ini, Dewandik Riau menyeleksi motif-motif Batik Riau yang dianggap terbaik. Usulan berasal dari berbagai SLB kabupaten dan kota seperti Pekanbaru, Indragiri Hilir, Kampar, Kuansing da Pelalawan.
Ternyata setelah dilakukan penilaian oleh tim juri, maka motif Pilihan dan Terbaik diraih oleh SLB Kuantan Singingi. Motif batik ini bernama Karuntuang Pandan Gelamai.
‘’Motif ini terinspirasi dari karuntuang, anyaman pandan yang menjadi wadah gelamai. Lambang kehangatan, kebersamaan, dan kearifan lokal Kuantan Singingi. Di bawahnya, rumpun pandan digambarkan sebagai akar budaya yang kuat dan sederhana, namun penuh manfaat. Bersama-sama, keduanya melambangkan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan tradisi yang terus dijaga agar tidak lekang oleh waktu,’’ sebut Kepsek SLBN Kuansing Harma Susiyanti.
Ternyata motif ini dihasilkan dari keterampilan membatik yang sudah lama dikembangkan di sekolah ini. Dalam dua 2 tahun terakhir ini ada anak tuna rungu Asti Rilda Elsa sering mendapatkan juara di bidang membatik.
Ketua Humaira Community Pekanbaru Fiki Vindia SH menyampaikan rasa syukur dan menegaskan bahwa penghargaan tersebut bisa menjadi penyemangat baru untuk memperluas kerja-kerja sosial.
“Organisasi kami berkomitmen untuk selalu bisa membantu, termasuk penyadang disabilitas. Memastikan penyandang disabilitas memiliki kesempatan belajar, tumbuh, dan berprestasi,” katanya disela-sela acara anugerah. (MNZ/FSY)











