Siak Sriindrapura, Riau

Hibur Rasa Sedih Akibat Siswa Tewas, Bupati Siak Afni Gelar Doa di SMP ICS

Pendidikan Sabtu, 11 April 2026 - 09:33 WIB  |    Reporter : Maisha NZ   Redaktur : Fithriady Syam  
Hibur Rasa Sedih Akibat Siswa Tewas, Bupati Siak Afni Gelar Doa di SMP ICS

Suasana haru menyelimuti SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak saat Bupati Siak, Afni Zulkifli, menghadiri doa bersama dan pembacaan Yasin, Jumat (10/4/2026). (HUMAS PEMKAB SIAK/FS)

SIAK (ruangdisabilitas.com) – Sedih dan ada trauma. Suasana haru menyelimuti SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak saat Bupati Siak, Afni Zulkifli, menghadiri doa bersama dan pembacaan Yasin, Jumat (10/4/2026). Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari upaya pemulihan psikologis siswa pasca insiden praktikum yang terjadi beberapa hari lalu dan menyisakan duka mendalam.

Bupati Afni menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Muhammad Aqil Alrizal. Ia mengajak seluruh elemen pendidikan untuk menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran penting.

“Turut berduka cita untuk anak kita, murid kita, sahabat kita, almarhum Aqil. Doa dan Yasin bersama ini kami instruksikan dilaksanakan di seluruh sekolah se-Kabupaten Siak sebagai ikhtibar bagi kita semua,” ujarnya.

Afni juga menekankan pentingnya memberi ruang bagi keluarga korban dan pihak sekolah untuk berduka. Ia memastikan, proses penanganan kasus diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Di hadapan para guru dan siswa, ia mengingatkan agar aktivitas belajar yang kreatif tetap dilakukan dengan pengawasan ketat. “Anak-anak boleh berkreasi dan berinovasi, namun harus dalam pengawasan penuh guru dan saling mengingatkan,” pesannya.

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Kesehatan telah menyiapkan pendampingan psikologis bagi siswa dan tenaga pendidik guna membantu proses pemulihan trauma.

“Jika ada yang merasa sedih atau trauma, jangan dipendam. Akan ada pendampingan khusus agar anak-anak bisa kembali belajar dengan baik,” tegasnya.

Polisi Lakukan Trauma Healing

Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menyatakan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada penyelidikan, tetapi juga turut memberikan perhatian pada kondisi psikologis para siswa.

Baca Juga : Polda Riau Gelar Festival Seni Konservasi “Panggung Gajah” di Rumah Tuan Kadi Pekanbaru

“Selain mengungkap fakta hukum, kami ingin memastikan anak-anak tetap merasa aman dan terlindungi. Trauma healing juga kami lakukan secara humanis bersama Polwan,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan bahan berbahaya di lingkungan sekolah serta pengaruh negatif dari media sosial dan permainan digital.

Kegiatan doa bersama berlangsung khidmat dan penuh makna, menjadi simbol kebersamaan antara pemerintah, aparat kepolisian, pihak sekolah, serta siswa dalam upaya bangkit dan pulih dari peristiwa tersebut.

Kegiatan ini dilakukan untuk memulihkan kondisi psikologis pelajar pasca insiden tragis yang menewaskan salah satu pelajar. Trauma healing dilaksanakan oleh jajaran Polisi Wanita (Polwan) dengan pendekatan humanis dan interaktif.

Para pelajar diajak berkomunikasi, bermain, serta diberikan motivasi untuk mengurangi rasa takut dan kecemasan. Suasana kegiatan terlihat hangat. Sejumlah pelajar mulai kembali tersenyum dan berinteraksi dalam sesi yang digelar.

"Kami berkomitmen tidak hanya mengungkap fakta hukum, tetapi juga memberikan dukungan moral dan psikologis kepada para pelajar," ujarnya.

Ia menegaskan pentingnya memastikan para pelajar tetap merasa aman dan terlindungi di lingkungan sekolah.

"Dengan adanya trauma healing ini, diharapkan para pelajar dapat kembali menjalani proses belajar dengan tenang serta pulih secara bertahap dari kejadian yang dialami," ungkap Sepuh. (MNZ/SP)

 

Laporan : Maisha NZ
Redaktur : Fithriady Syam





Berita Lainnya