- Home
- Pendidikan
- Kualitas Udara Kembali Tidak Sehat, Belajar Tatap Muka Terbatas di Pekanbaru Tetap Berjalan
Pekanbaru, Riau
Kualitas Udara Kembali Tidak Sehat, Belajar Tatap Muka Terbatas di Pekanbaru Tetap Berjalan
Khusus Riau, terdeteksi 61 titik panas. Sebaran terbanyak di Indragiri Hilir 51 titik, Pelalawan 8 titik, dan Kuantan Singingi 2 titik. (FOTO ISTIMEWA/FS)
PEKANBARU (ruangdisablitas.com) – Kabut asap kembali mendera. Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru masih menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tengah kondisi kabut asap yang kembali menyelimuti Kota Pekanbaru.
Pembelajaran pada Senin (5/10/2026) tetap digelar untuk peserta didik tingkat PAUD hingga SMP. Namun, sekolah diminta membatasi aktivitas di luar kelas dan memastikan peserta didik menggunakan masker.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan bahwa keputusan tersebut diambil dengan tetap mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang masih berada pada kategori tidak sehat.
"Untuk hari ini masih pembelajaran tatap muka," kata Abdul Jamal, Senin (5/10/2026).
Ia menegaskan, PTM yang diterapkan masih bersifat terbatas. Peserta didik diminta mengurangi kegiatan di luar ruangan selama proses pembelajaran berlangsung.
Kondisi udara menjadi perhatian karena konsentrasi partikulat PM2.5 di Pekanbaru yang dipantau BMKG masih berada dalam kategori tidak sehat. Kabut asap juga masih terlihat menyelimuti sejumlah wilayah Pekanbaru.
Abdul Jamal meminta sekolah dan orang tua tidak memaksakan anak mengikuti pembelajaran jika mengalami gangguan kesehatan.
"Jika anak-anak sedang batuk, sesak napas, atau kurang sehat jangan dipaksakan," ujarnya.
Kabut asap masih berpotensi menyelimuti sejumlah wilayah Riau pada Ahad (4/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memprakirakan udara kabur akibat asap terjadi mulai siang hingga malam hari.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, pada pagi hari kondisi udara diprakirakan kabur hingga cerah berawan. Hujan ringan hingga sedang berpeluang turun di sebagian Rokan Hulu, Kampar, Siak, Bengkalis dan Pelalawan.
Memasuki siang, potensi kekaburan udara akibat asap masih tinggi. Pada periode ini, hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian Kampar, Siak, Kepulauan Meranti dan Bengkalis.
"Kondisi udara berpotensi terjadi kekaburan udara akibat asap (smoke)," ujar Elisa, Ahad kemarin.
Pada sore hingga malam hari, asap masih bertahan. Bersamaan dengan itu, hujan ringan hingga sedang berpeluang mengguyur 11 wilayah yakni Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Pelalawan, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir dan Kota Dumai.
Sementara dini hari, udara kembali diprakirakan kabur hingga cerah berawan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang. Kondisi ini berpotensi terjadi di Rokan Hilir, Rokan Hulu, Siak, Bengkalis, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Kota Dumai pada pagi, siang, sore hingga malam.
Suhu udara Riau hari ini diprakirakan 23–33 derajat Celsius dengan kelembapan 50–98 persen. Angin bertiup dari tenggara hingga barat laut dengan kecepatan 10–40 km per jam. Tinggi gelombang di perairan Riau 0,5–1,25 meter atau kategori rendah.
Pantauan hotspot pukul 23.00 WIB menunjukkan ada 2.471 titik panas di Sumatera. Terbanyak di Sumatera Selatan 1.820 titik, Bangka Belitung 408 titik, Lampung 126 titik, Jambi 46 titik, serta Sumatera Utara, Kepri, dan Bengkulu masing-masing di bawah 5 titik.
Khusus Riau, terdeteksi 61 titik panas. Sebaran terbanyak di Indragiri Hilir 51 titik, Pelalawan 8 titik, dan Kuantan Singingi 2 titik.
BMKG berharap peluang hujan di sejumlah wilayah dapat membantu memperbaiki kualitas udara yang masih diselimuti kabut asap. (MNA/SP)








