Pekanbaru, Riau
ICMI Riau Bahas Teknologi Informasi, Erisman Sebut Transformasi Digital Penting Bagi Pendidikan Riau
ICMI Riau Taja Dialog “Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi terhadap Masa Depan Peradaban Bangsa, Khususnya Generasi Muda” hari ini (30/9/2026) di Pekanbaru. (HUMAS DISDIK RIAU/FS)
PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) - Gubernur Riau, diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, secara resmi membuka Sarasehan Perhimpunan Ulama Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah Riau (Orwil) yang mengusung tema "Pengaruh Perkembangan Teknologi Informasi terhadap Masa Depan Peradaban Nasional, Khususnya Generasi Muda" hari ini (30/9/2026) di Pekanbaru.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rumah Sakit Arifin Achmad di Provinsi Riau dan menjadi forum strategis untuk membahas perkembangan teknologi informasi dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat, khususnya dalam membentuk karakter dan masa depan generasi muda.
“Perkembangan teknologi informasi saat ini telah membawa perubahan di hampir semua bidang kehidupan. Internet, media sosial, bahkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin terintegrasi dalam berbagai aktivitas sehari-hari, termasuk di dunia pendidikan, pemerintahan, ekonomi, dan kehidupan sosial,” kata Kadisdik Riau Erisman Yahya.
Berdasarkan data dari Asosiasi Penyedia Layanan Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 235,26 juta orang atau sekitar 81,72 persen. Sementara itu, di tingkat regional, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa penggunaan internet di Provinsi Riau mencapai 78,24 persen.
Gambar tersebut menunjukkan bahwa transformasi digital telah menjadi bagian penting dari dinamika kehidupan masyarakat di Provinsi Riau. Namun, yang tak kalah penting adalah bagaimana perkembangan teknologi dapat digunakan secara produktif, aman, bijaksana, dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama. "Penyebaran informasi palsu, kejahatan siber, penyalahgunaan data pribadi, dan perundungan di ruang digital merupakan sejumlah risiko yang dapat berdampak negatif, terutama pada generasi muda," ujarnya. (MNA/SP)












