Pekanbaru
Salurkan Mushaf Al-Quran ke Mahasiswa Tahfiz, Rektor UIN Beri Apresiasi KWQ
Pemberian wakaf mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari komunitas KWQ kepada mahasiswa UIN Suska dari berbagai fakultas yang telah mendedikasikan waktunya di tengah kesibukan akademik untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an. (Humas KWQ/FS)
PEKANBARU (ruangdisabilitas.com) – Rektor Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau Prof Dr Leny Nofianti MS, MSi memuji dan mengapresiasi komitmen nyata komunitas Kurnia Wakaf Al-Qur’an (KWQ) dalam mendukung pendidikan Islam dan melahirkan generasi Qur’ani, termasuk di lingkungan perguruan tinggi, khususnya di Bumi Lancang Kuning.
“Saya kagum dengan kegiatan wakaf Al-Qur’an yang dijalankan Pak Fachri beserta tim ini, karena nyata banyak membantu dan bermanfaat. Saya juga berterimakasih atas pemberian wakaf mushaf untuk mahasiswa Tahfidz UIN Suska,” kata Prof Leny pada acara penyerahan wakaf sebanyak 75 mushaf Al-Qur’an dari komunitas KWQ kepada mahasiswa Tahfidz UIN Suska, Rabu (8/4/2026).
Selama kurang lebih empat tahun berjalan, diketahui komunitas yang digagas dan dipimpin akademisi senior Riau AZ Fachri Yasin ini telah sukses mendistribusikan bantuan lebih dari 4.000 mushaf Al-Quran yang dihimpun dari para pewakaf dari berbagai kalangan.
Bantuan mushaf ini disalurkan kepada berbagai kelompok masyarakat, khususnya didedikasikan untuk membantu memfasilitasi pelajar yang sedang berjuang dalam proses menghafal Al-Quran hingga 30 juz di Provinsi Riau. Mulai dari siswa SD-SMA di sekolah/madrasah negeri dan swasta, pondok pesantren, dan mahasiswa
Sebagai wujud syukur dan pengakuan atas manfaat besar dari program mulia tersebut, Rektorat UIN Suska memberikan apresiasi resmi yang ditandai dengan penyerahan piagam penghargaan kepada komunitas KWQ. Piagam itu diserahkan langsung oleh Prof Leny kepada AZ Fachri Yasin.
Melalui penghargaan ini, pihak kampus juga berharap dapat memberikan dukungan moral agar kegiatan wakaf yang bernilai amal jariah ini terus berlanjut dan membawa keberkahan di masa depan.
Acara penyerahan dan pembagian mushaf Al-Quran kepada mahasiswa Tahfidz UIN Suska yang digelar auditorium lantai 5 Gedung Rektorat ini turut dihadiri tokoh masyarakat yang juga mantan Gubernur Riau Edy Natar Nasution dan salah seorang pewakaf Elfi Rahmadani. Hadir juga sejumlah pimpinan dan pejabat UIN Suska, di antaranya Wakil Rektor III Dr. Harris Simaremare, ST, MT dan Ketua atau Kepala UPT Ma'had Al-Jami'ah UIN Suska Riau Dr. H. Akmal Abdul Munir, Lc., MA.
Pemberian wakaf mushaf metode tajwid dan terjemahan berwarna produksi King Salman itu sebagai bentuk apresiasi dan dukungan dari komunitas KWQ kepada mahasiswa UIN Suska dari berbagai fakultas yang telah mendedikasikan waktunya di tengah kesibukan akademik untuk membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana penuh semangat dan antusias namun khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surat Al-Maidah oleh Ihsan Alfarqi dan doa oleh Fathurrahman, mahasiswa Fakultas Syariah.
Fokus Ma’had dan Masjid
Rektor UIN Suska lebih jauh mengatakan dukungan kelengkapan fasilitas bagi mahasiswa tahfidz dari komunitas KWQ ini sangat sejalan dengan fokus utama pihak kampus dalam membangun karakter spiritual mahasiswanya. Termasuk dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an melalui program beasiswa Tahfidz di Ma’had Al-Jami'ah.
“Setiap hari mahasiswa di Ma’had atau asrama ada kegiatan murajaah, untuk memperlancar bacaan dan hafalan Al-Qur’an tidak hilang. Bahkan, para mahasiswa terus dibimbing hingga bisa hafal 30 juz,” ujar Prof Leny.
Rektor mengungkapkan untuk mewadahi penanaman ilmu agama, adab, dan etika Islam, pihak rektorat saat ini tengah memfokuskan perluasan kapasitas Ma’had Al-Jami'ah agar mampu menampung 5.000 hingga 7.000 mahasiswa baru dalam beberapa tahun kedepan.
“Saat ini baru sekitar 800-an mahasiswa di Ma’had dan tak lama lagi akan terus ditingkatkan hingga bisa menampung 1.000 orang. Sejalan dengan peningkatan fasilitas Ma’had, kita juga terus tingkatkan kualitas pendidikan agama,” terangnya.
Bersamaan dengan Ma’had, lanjut Rektor, pihaknya saat ini juga fokus pada upaya penyelesaian pembangunan masjid kampus, Masjid Al-Jami'ah, yang masih belum rampung. Keberadaan masjid berkapasitas besar dan akan menjadi pusat pendidikan agama di kampus ini sangat krusial mengingat latar belakang mahasiswa yang beragam, termasuk dari SMA umum.
“Salah satu problem dan tantangan saya sejak diamanahkan sebagai Rektor UIN delapan bulan lalu adalah masalah pembangunan masjid kampus yang masih terbengkalai. Masih butuh biaya banyak untuk merampungkannya dan itu sedang kami upayakan dan perjuangkan. Mohon dukungan dan doa dari tokoh dan kalangan masyarakat lainnya agar kami bisa segera rampung, karena masjid ini juga ditargetkan menjadi ikon Provinsi Riau nantinya,” papar Prof. Leny.
Rektor menyebut landasan karakter spiritual mahasiswa yang dibangun melalui program Tahfidz berasrama ini juga akan disempurnakan dengan pengembangan kualitas akademik kampus. Saat ini, UIN Suska tengah mematangkan persiapan pembukaan Fakultas Kedokteran dengan menyusun kurikulum dan membuka rekrutmen dosen pendidik.
Langkah strategis ini melengkapi delapan fakultas yang sudah ada guna mewujudkan visi besar universitas, yakni mencetak sarjana muslim paripurna yang cerdas secara keilmuan, kuat secara spiritual, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Mudah-mudahan tahun depan Fakultas Kedokteran UIN Suska sudah beroperasional dan dibuka penerimaan mahasiswa baru. Sekali lagi, mohon dukungan dan doanya, dari tokoh dan kalangan masyarakat Riau,” kata Prof. Leny Nofianti, sembari kemudian melontarkan beberapa bait pantun sebagai penutup sambutannya.
Bermanfaat dan Berpahala
Senada dengan Rektor UIN Suska, tokoh masyarakat Riau Edy Natar Nasution juga menyampaikan pujian dan menaruh respek kepada Pimpinan Komunitas KWQ atas langkah dan sikap yang diambil dengan menjadikan kegiatan wakaf al-Qur’an sebagai aktivitas utamanya sejak beberapa tahun belakangan.
“Tidak banyak orang yang mengambil peran tersebut, padahal ini kegiatan mulia. Tapi beliau mengambil dan mengembannya dengan serius dan gigih. Saya beberapa kali ikut dalam penyaluran wakaf Al-Qur’an ini dan saya melihat langsung kegiatan ini bernilai positif dan bermanfaat,” tutur mantan Wakil Gubernur Riau dan kemudian jadi Gubernur Riau ini.
Menurut Edy, kegiatan wakaf Al-Qur’an ini terbukti sangat membantu dalam memfasilitasi aktivitas Tahfidz, terutama di kalangan pelajar di sekolah maupun pesantren hingga mahasiswa, sehingga patut didukung agar terus bekelanjutan.
“Disamping mendukung upaya mencetak generasi Qur’ani, kegiatan wakaf Al-Qur’an ini juga merupakan amal jariyah yang mendatangkan pahala besar dan berkepanjangan. Bayangkan, setiap Qur’an wakaf ini dibaca oleh hafidz/hafidzah, maka akan terus mengalirkan pahala kepada pewakaf maupun komunitas KWQ sebagai penyalur,” pungkas Edy Nasution.
Pimpinan KWQ A.Z. Fachri Yasin, juga balik memuji Rektor UIN Suska yang memiliki latar belakang pesantren, yakni Diniyah Putri, dan dari keluarga yang berpendidikan tinggi. Sehingga diyakini berpengaruh dan menjadi penuntun dalam menjalankan amanah jabatan .
“Harapan kita, tentunya Bu Rektor dapat mengemban jabatan dengan baik, memberikan kemajuan bagi UIN Suska. Jangan lagi kita dengar ada berita yang tidak baik dari kampus Islam ini, seperti kasus korupsi,” ujar Fachri Yasin.
Pimpinan KWQ merespons positif upaya Rektorat UIN Suska yang fokus pada pengembangan kapasitas dan fasilitas Ma’had dan penyelesaian masjid Kampus yang terbengkalai. Ada masukan yang patut difikirkan karena dinilai cukup rasional untuk membantu upaya tersebut.
“Saya kira, disamping dari pihak luar kampus, apa tidak sebaiknya rektorat juga menghimpun donasi dari dalam kampus, yakni dari para pegawai dan dosen. Kalau ini bisa digarap dan dikelola dengan baik, hasilnya akan signifikan membantu kebutuhan biaya pembangunan fasilitas kampus,” kata Fachri.
Dia mengucapkan terima kasih kepada Rektor dan jajaran pimpinan UIN Suska lainnya yang telah memfasilitasi dan berkenan hadir langsung dalam acara penyerahan wakaf Al-Qur’an kepada para mahasiswa Tahfidz tersebut.
“Begitu juga kepada Pak Edy Nasution dan Bu Elfi Rahmadani selaku pewakaf, terima kasih atas dukungan dan kehadirannya,” ujar Fachry sembari mengisahkan sekelumit perjuangan Edy Natar dalam kontribusi dan langkahnya untuk kemajuan Riau di hadapan para mahasiswa.
Beri Motivasi dan Berinteraksi
Seperti yang sudah-sudah, Pimpinan KWQ memanfaatkan momentum penyerahan wakaf Al-Qur’an tersebut untuk memberi pencerahan dan motivasi kepada para mahasiswa Tahfidz UIN Suska agar terus giat belajar dan menimba ilmu hingga ke jenjang tertinggi untuk meraih masa depan gemilang.
Dengan suara lantang dan gaya khasnya ia memicu semangat para mahasiswa melalui interaksi dan dialog. Akademisi senior di Riau sudah berusia 72 itu menggali fikiran dan membangkitkan tekad para mahasiswa melalui tanya jawab terkait kelanjutan pendidikan dan cita-cita. Kadang diselingi celetukan atau guyonan yang membuat suasana cair dan akrab.
Para mahasiswa sendiri cukup antusias dan merespons berbagai pertanyaan yang dilontarkan Pimpinan KWQ. Seperti ketika ditanya siapa yang mau melanjutkan S2 hingga S3, cukup banyak yang angkat tangan. Ada yang tetap di UIN Suska, ada juga yang ke luar negeri, seperti Maroko, dengan masing-masing alasan dan pertimbangan .
Begitu juga ketika ditanya tentang cita-cita, para mahasiswa tampak menjawab dengan spontan dan percaya diri. Ada yang ingin jadi dosen, ustadz hingga pengusaha. Mereka juga memberikan alasan dan pertimbangan kenapa memilih profesi tersebut.
Dalam interaksi dengan para mahasiswa, Fachri Yasin menekankan pentingnya pendidikan sebagai kunci kesuksesan dan mewujudkan cita-cita dalam kehidupan. Dimulai dengan niat atau keinginan hingga tertanam tekad dalam diri, baru kemudian diupayakan dan diperjuangkan.
Fachri juga menjelaskan bahwa mushaf tersebut bukan wakaf dari KWQ, melainkan amanah dari para pewakaf yang berasal dari berbagai kalangan. Nama mereka tertera di sampul mushaf, tapi ada juga yang berwakaf atas nama orang tua, istri dan keluarga, termasuk yang sudah almarhum, atau bahkan hanya ditulis hamba Allah.
Adapun ke-75 mushaf yang disalurkan berasal dari sejumlah pewakaf, yakni Evy Maharani, Elfiani, Boby Rahmat, Irna Chandra, Nursamsu, Elfi Rahmadani, Yeni Vera, Hermiwati, Khalali Hesti, Arifudin, Syaiful Bahri, Maxdeyul Sola, Wan Muhammad Hasyim, Marnis, dan PT Yogi Pratama Mandiri.
“Jadi kita hanya menghimpun dan menyalurkan. Alhamdulilah sejak Medio Juni 2022 telah diamanahkan 4.888 Al-Qur’an dari ratusan pewakaf untuk diberikan kepada Tahfidz minimal hafal 2 juz. Kenapa bisa, karena ada keyakinan dan ridha Allah Swt,” ungkapnya.
Harapan pewakaf sendiri sederhana, hanya minta Al-Qur’an ini dimanfaatkan dengan baik serta doakan untuk kebaikan dan keberkahan mereka. “Tolong juga doakan kami istiqamah menjalankan amanah ini,” tutup Fachri Yasin.
Saat pembagian langsung mushaf kepada masing-masing mahasiswa yang dilakukan bersama-sama secara bergiliran, suasana gembira bercampur haru kentara terlihat. Para mahasiswa tampak sumringah saat menerima mushaf baru gratis tersebut, dan acara pun diakhiri dengan foto bersama. (MNA/SP)









